Tampilkan postingan dengan label Akhlaq dan Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq dan Ibadah. Tampilkan semua postingan

1/25/2014

Muslimah yang Taat

muslimah yang taat 300x150 Ciri Seorang Muslimah yang TaatBagaimana cara untukmenjadi Seorang Muslimahyang Taat? Bagi seorang Muslimah yang jujur (shādiqah), menerima perintah Alloh Subhanahuwata’ala dan bersegera merealisasikannya dalam amal perbuatan nyata, dilandasi dengan cinta dan penghormatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada Sunnah Nabi-Nya, dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang harus selalu mereka nantikan (surga Alloh), adalah sebuah kenikmatan hidup yang tiada tara, dan bukan hanya sekedar sebagai sebuah kewajiban yang seringkali dianggap memberatkan.
Alloh Subhanahuwata’ala menolak keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada Rosul-Nya Sholallohu’alaihi wa Sallam:
“Dan mereka berkata: ‘Kami telah beriman kepada Alloh dan Rosul, dan kami menaati (keduanya).’ Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil ke-pada Alloh dan Rosul-Nya, agar Rosul menghukum (mengadili) mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (QS. an-Nur [24]: 47-48)
Dan hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang tinggi kepada Alloh Subhanahuwata’ala dan Rosul-NyaSholallohu’alaihi wa Sallam lah yang dapat merealisasikan keimanan mereka dengan mengatakan, ‘kami dengar dan kami taat’.
Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil menuju Alloh dan Rosul-Nya agar Rosul menghukum (mengadili) di antara mereka adalah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya dan takut kepada Alloh dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat-kan kemenangan.” (QS. an-Nur [24]: 51-52)
Dari Shafiyyah binti Syaibah Radhiallohu’aha berkata:
“Ketika kami bersama ‘Aisyah, beliau berkata: ‘Saya ter-ingat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mere-ka.’ ‘Aisyah berkata: ‘Sesungguhnya wanita-wanita Qu-raisy memiliki keutamaan, dan demi Alloh, saya tidak melihat wanita yang lebih beriman kepada kitab Alloh dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada-nya.”(QS. an-Nur [24]: 31)maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Alloh kepada mereka. Mereka membaca-kan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara para wanita tersebut, kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajah mere-ka, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Alloh dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasululloh dengan memakai kain penutup, seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung gagak.” (HR. Abu Dawud, dengan sanad hasan shahih)

Semoga Alloh Subhanahuwata’ala senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada seluruh Muslimah untuk merealisasikan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sehingga tercatat sebagai para Muslimah yang taat kepada Alloh subhanahuwata’ala.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.
Wallohua’lam.

7/10/2013

Bila Hari ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at

hari_ied_dan_hari_jumatDi antara keistimewaan Idul Adha tahun ini (2012) akan bertepatan dengan hari Jum'at. Ini menunjukkan bertemunya dua hari utama, yang sama-sama hari 'ied. Banyak yang menanyakan bagaimana jika Hari Raya atau Idul Adha jatuh pada hari Jum’at, apakah shalat Jum’atnya gugur karena telah melaksanakan shalat ‘ied?
Mudah-mudahan penjelasan berikut dapat menjawab hal ini.[1]
Apabila hari raya Idul Fithri atau Idul Adha bertepatan dengan hari Jum’at, apakah shalat Jum’at menjadi gugur karena telah melaksanakan shalat ‘ied? Untuk masalah ini para ulama memiliki dua pendapat.
Pendapat PertamaOrang yang melaksanakan shalat ‘ied tetap wajib melaksanakan shalat Jum’at.
Inilah pendapat kebanyakan pakar fikih. Akan tetapi ulama Syafi’iyah menggugurkan kewajiban ini bagi orang yang nomaden (al bawadiy). Dalil dari pendapat ini adalah:
Pertama: Keumuman firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Kedua: Dalil yang menunjukkan wajibnya shalat Jum’at. Di antara sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
“Barangsiapa meninggalkan tiga shalat Jum’at, maka Allah akan mengunci pintu hatinya.”[2]Ancaman keras seperti ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at itu wajib.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ
Shalat Jum’at merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat golongan: [1] budak, [2] wanita, [3] anak kecil, dan [4] orang yang sakit.[3]
Ketiga: Karena shalat Jum’at dan shalat ‘ied adalah dua shalat yang sama-sama wajib (sebagian ulama berpendapat bahwa shalat ‘ied itu wajib), maka shalat Jum’at dan shalat ‘ied tidak bisa menggugurkan satu dan lainnya sebagaimana shalat Zhuhur dan shalat ‘Ied.
Keempat: Keringanan meninggalkan shalat Jum’at bagi yang telah melaksanakan shalat ‘ied adalah khusus untuk ahlul bawadiy (orang yang nomaden seperti suku Badui). Dalilnya adalah,
قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ ثُمَّ شَهِدْتُ مَعَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَكَانَ ذَلِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، فَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ قَدِ اجْتَمَعَ لَكُمْ فِيهِ عِيدَانِ ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْتَظِرَ الْجُمُعَةَ مِنْ أَهْلِ الْعَوَالِى فَلْيَنْتَظِرْ ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ فَقَدْ أَذِنْتُ لَهُ
“Abu ‘Ubaid berkata bahwa beliau pernah bersama ‘Utsman bin ‘Affan dan hari tersebut adalah hari Jum’at. Kemudian beliau shalat ‘ied sebelum khutbah. Lalu beliau berkhutbah dan berkata, “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya ini adalah hari di mana terkumpul dua hari raya (dua hari ‘ied). Siapa saja dari yang nomaden (tidak menetap) ingin menunggu shalat Jum’at, maka silakan. Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan.”[4]
Pendapat KeduaBagi orang yang telah menghadiri shalat 'Ied boleh tidak menghadiri shalat Jum'at. Namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at agar orang-orang yang punya keinginan menunaikan shalat Jum’at bisa hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ‘ied bisa turut hadir.
Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Dan pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair. Dalil dari pendapat ini adalah:
Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,
أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».
“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan.”[5]
Asy Syaukani dalam As Sailul Jaror (1/304)  mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat). An Nawawi dalam Al Majmu’ (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits inijayyid (antara shahih dan hasan, pen). ‘Abdul Haq Asy Syubaili dalam Al Ahkam Ash Shugro(321) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. ‘Ali Al Madini dalam Al Istidzkar (2/373) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). Syaikh Al Albani dalam Al Ajwibah An Nafi’ah (49) mengatakan bahwa hadits ini shahih.[6] Intinya, hadits ini bisa digunakan sebagai hujjah atau dalil.
Kedua: Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah].”[7] Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah(menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi.
Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.[8]
Kesimpulan:
    • Boleh bagi orang yang telah mengerjakan shalat ‘ied untuk tidak menghadiri shalat Jum'at sebagaimana berbagai riwayat pendukung dari para sahabat dan tidak diketahui ada sahabat lain yang menyelisihi pendapat ini.
      • Pendapat kedua yang menyatakan boleh bagi orang yang telah mengerjakan shalat 'ied tidak menghadiri shalat Jum'at, ini bisa dihukumi marfu’ (perkataan Nabi) karena dikatakan “ashobas sunnah (ia telah mengikuti ajaran Nabi)”. Perkataan semacam ini dihukumi marfu’ (sama dengan perkataan Nabi), sehingga pendapat kedua dinilai lebih tepat.
        • Mengatakan bahwa riwayat yang menjelaskan pemberian keringanan tidak shalat jum’at adalah khusus untuk orang yang nomaden seperti orang badui (yang tidak dihukumi wajib shalat Jum’at), maka ini adalah terlalu memaksa-maksakan dalil. Lantas apa faedahnya ‘Utsman mengatakan, “Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan”? Begitu pula Ibnu Az Zubair bukanlah orang yangnomaden, namun ia mengambil keringanan tidak shalat Jum’at, termasuk pula ‘Umar bin Khottob yang melakukan hal yang sama.
          • Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk membaca surat Al A’laa dan Al Ghosiyah jika hari ‘ied bertemu dengan hari Jum’at pada shalat ‘ied dan shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
            كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.
            “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua ‘ied dan dalam shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[9]
            Hadits ini juga menunjukkan dianjurkannya membaca surat Al A’laa dan Al Ghosiyah ketika hari ‘ied bertetapan dengan hari Jum’at dan dibaca di masing-masing shalat (shalat ‘ied dan shalat Jum’at).
            • Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum. Hadits tersebut menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri shalat Jum’at, maka sebagai gantinya, ia menunaikan shalat Zhuhur (4 raka’at).[10]
            Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin.  Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

            Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
            Diselesaikan di Panggang, Gunung Kidul, 28 Dzulqo’dah 1430 H.


            [1] Pembahasan kali ini kami olah dari Shahih Fiqih Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/594-596, Al Maktabah At Taufiqiyah.
            [2] HR. Abu Daud no. 1052, dari Abul Ja’di Adh Dhomri. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
            [3] HR. Abu Daud no. 1067, dari Thariq bin Syihab. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
            [4] HR. Bukhari no. 5572.
            [5] HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310.
            [6] Dinukil dari http://dorar.net
            [7] HR. Abu Daud no. 1071. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
            [8] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/596, Al Maktabah At Taufiqiyah.
            [9] HR. Muslim no. 878.
            [10] Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 8/182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al Ifta.

            3/06/2013

            Wajib Lohh

            Bila kita mempunyai kesempatan untuk bekerja hari ini KERJAKANLAH .
            Karena esok belum tentu ada kesempatan yang sama

            ”Waktu Bekerja Bagi Orang Malas Adalah Besok ...
            Dan Hari Ini Adalah Hari Liburnya”

            Sahabat, waktu terus berputar dan tidak pernah berhenti sedetikpun, 
            membuat kita banyak kehilangan karenanya, 
            begitu kita tidak memanfaatkan dengan baik maka banyak peluang yang hilang.

            Maka dari itu, agar kita tidak kehilangan maka dalam melakukan apapun hendaknya diselesaikan sesegera mungkin atau tidak menunda-nunda suatu pekerjaan.

            Pada saat kita menunda apa yang bisa dilakukan pada saat itu memang belum terasa efeknya, namun penyesalan sering datang sesudah itu.

            3/05/2013

            Do'a Q Hari ini



            سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



            ❥ Ya ALLAH..
            Karuniakanlah segala rahmat serta hidayah-Mu kepada kami pada hari ini. Jadikanlah hari ini lebih baik dari kemarin..

            ❥ Mudahkanlah segala urusan kami hari ini. Hindarkanlah kami dari segala kesulitan hidup yang tidak mampu kami pikul..

            ❥ Limpahkanlah kepada kami rezeki yang halal. Rezeki yang penuh barokah. Rezeki yang akan membawa kami menjadi orang-orang yang pandai bersyukur..

            ❥ Ya ALLAH..
            Ampunilah dosa kami. Dosa Ibu Bapak kami. Dosa saudara-saudara kami semua. Sungguh jika tiada ampun dari-MU, niscaya kami
            termasuk golongan orang yang merugi..

            Aamiin Ya Rabbal'alamiin....

            •♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽
            Setulus hati selembut sutera
            Amel lita...~*

            12/09/2012

            AL-QUR’AN PEMBELA KITA DI HARI AKHIR


            Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

            AL-QUR’AN PEMBELA KITA DI HARI AKHIR..

            Sebelum Engkau Halal Bagiku.

            Ahlan Wa Sahlan,Marhaban fii zaumina hadza

            ANA UHIBUKA LADZI AHBABTANI LAHUU

            Alhamdulillaah…..
            Segala Puji bagi ALLAH Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

            Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

            Abu Umamah r.a.berkata :“Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an,setelah itu Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”

            Telah bersabda Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam:''Belajarlah kamu akan Al-Qur’an,di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya,yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.” (HR Muslim dan Abu Umamah)

            ia akan menjadi pembela kita pada hari kiamat.

            Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam'an bahwasannya Rasulullah bersabda,"Didatangkan pada hari kiamat Al'Qur'an dan para pembacanya,yang mereka dulu itu mengamalkannya di dunia,dengan didahului oleh Surah Al-Baqarah dan Ali'Imran itulah yang membela pembaca tersebut." (HR Muslim)

            Dalam riwayat lain disebutkan Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya,”Kenalkah kamu kepadaku? ”Maka orang yang pernah membaca akan menjawab:“Siapakah kamu?”

            Maka berkata Al-Qur’an: “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”

            Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap ALLAH AZZA WA JALLA.Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya,kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

            Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda,sehingga keduanya bertanya: “Dari manakah kami memperolehi ini semua,pada hal amal kami tidak sampai ini?”

            Lalu dijawab:“Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”

            Subhanaallah....

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            ♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

            Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

            Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

            Hak cipta adalah milik ALLAH AZZA WA JALLA semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

            Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            Sebelum Engkau Halal BagiKu

            ♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

            Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

            Kebenaran datangnya dari ALLAH kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan ALLAH

            Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

            Wa'alaikum salam warahmatùllahí wabarakatùh

            12/06/2012

            ♥''Kasih anak sepanjang badan,kasih ibu sepanjang jalan"♥


            Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

            "Kasih anak sepanjang badan,kasih ibu sepanjang jalan"

            Alhamdulillaah…..
            Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

            •Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...

            "Kasih anak sepanjang badan,kasih ibu sepanjang jalan"

            Diantara kita mungkin,ada yang orang tuanya atau salah satu diantaranya telah meninggal,pulang kehadirat ALLAH AZZA WA JALLA..

            Kalau mereka masih hidup,sebagai rasa bakti anak kepada orang tua,anak dapat memberikan uang,pakaian,tempat tinggal atau sekedar mengajak jalan-jalan.

            Tetapi kalau mereka sudah meninggal,apa yang dapat diberikan anak kepada orang tuanya.?

            Sebagaian besar dari kita pasti sepakat,bahwa salah satu cara untuk berbuat baik kepada mereka memberikan do'a,supaya mendapatkan kebahagiaan dialam di akhirat.

            Begitulah.Seperti kata pepatah,"Kasih anak sepanjang badan,kasih ibu sepanjang jalan"Tidak bisa dibandingkan.

            Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:

            Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah,pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain,dan anak yang mendoakannya.(HR. Muslim)

            Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita,maka putuslah rezeki kita:

            Apabila seorang meninggalkan do'a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya.(HR. Ad-Dailami)

            "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:

            Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

            "Wahai Tuhanku,kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."[Al Israa`:24]

            Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu`minan wa lilmu`miniina wal mu`minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

            "Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." [Nuh:28]

            Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

            "Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

            “Wahai Tuhan kami! Berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibu bapakku serta bagi orang-orang yang beriman, pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan”(Surah Ibrahim:Ayat 41).

            Rasulullah Shallaallahu’Alaihi Wasallam bersabda:

            “Keridhaan ALLAH itu terletak pada keridhaan kedua orang tua,dan (sebaliknya) kemurkaaan ALLAH (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua“...Firman ALLAH AZZA WA JALLA..:.“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain ALLAH,dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”,dan janganlah kamu membentak mereka.Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(QS Al Isra:23).

            “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”. (an Naml:19)

            Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari.....Aamiin ya Rabbal'alamin....

            ♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

            Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

            Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

            Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

            Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            Sebelum Engkau Halal BagiKu

            ♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

            Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

            Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

            Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

            Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.

            INGIN TERUS BERSAMAMU AL-QUR'AN.

            Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

            INGIN TERUS BERSAMAMU AL-QUR'AN.

            Alhamdulillaah…..
            Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

            `*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

            INGIN TERUS BERSAMAMU AL-QUR'AN.

            Aku saat bersamamu begitu damai,aku saat bersamamu begitu tentram, aku saat bersamamu tak mau meninggalkanmu.
            aku saat bersamamu ingin terus memegangmu,aku saat bersamamu kau selalu bercerita banyak tentang duniaku,aku saat bersamamu kau selalu menasehatiku dengan bahasamu..

            Seandainya ku tahu apa arti yang kau terangkan padaku, aku tak sanggup meninggalkanmu..........tapi ku selalu mencoba terus belajar arti bahasamu..

            ku mencintaimu......ku menyayangimu.....ku selalu menciummu ketika ku selesai membuka isimu..ku memelukmu erat erat ketika ku membawamu.....ku tak sanggup melepaskan pelukanku saat memelukmu..karna didalam isimu kau bisa mengantarkanku beserta orang tuaku...kesurganya ALLAH AZZA WA JALLA..

            Seperti apa yang Abu Umamah r.a. katakan:"Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran,setelah itu Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam memberitahu tentang kelebihan Al-Quran."

            Telah bersabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.:"Belajarlah kamu akan Al-Quran,di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.

            "Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya,"Kenalkah kamu kepadaku." Maka orang yang pernah membaca akan menjawab:"Siapakah kamu?"

            Maka berkata Al-Quran: "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

            Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu:"Adakah kamu Al-Quran." Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap ALLAH AZZA WA JALLA.Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya,kemudian dia meletakkan mahkota diatas kepalanya.

            Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya:"Dari manakah kami memperolehi ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini." Lalu dijawab:"Kamu diberi ini semua Karena anak kamu telah mempelajari Al-Quran."

            Serta bertemu dengan Nabiku MUHAMMAD SHALLAHU ALLAIHI WASSALLAM.....Aamiin ya Rabbal'alamin..

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            ♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

            Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

            Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

            Hak cipta adalah milik ALLAH AZZA WA JALLA semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

            Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            (Sebelum Engkau Halal BagiKu)

            ♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

            Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

            Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

            Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

            Wa'alaikum salam warahmatùllahí wabarakatùh

            12/05/2012

            DOA SUPAYA MENDAPAT KEMUDAHAN DALAM SEGALA URUSAN

            Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
            Pada kesempatan pagi penuh barokah ini, kami ingin berbagi dengan pembaca sekalian sebuah do’a yang bermanfaat. Do’a ini adalah do’a yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisi permohonan berbagai kemudahan dalam segala urusan. Semoga bermanfaat.

            Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

            اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
            Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

            [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].

            Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/255). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami’ul Ahadits, 6/257, Asy Syamilah)
            Sanad hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiqnya terhadap Shahih Ibnu Hibban.

            Faedah singkat dari do’a di atas:
            1. Yang namanya kemudahan hanya datang dari Allah. Sesuatu yang sulit sekalipun bisa menjadi mudah jika Allah kehendaki.
            2. Hendaklah hati selalu bergantung pada Allah, bukan bergantung pada diri sendiri yang lemah. Jika hati terlalu yakin atau terlalu PD (percaya diri) sehingga melupakan Rabb di atas sana, maka sungguh urusan tersebut akan semakin sulit. Ingatlah bahwa barangsiapa yang senantiasa bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mempermudah urusannya.
            3. Manusia punya kehendak. Namun kehendak tersebut bisa terealisasi dengan baik dan sempurna, jika Allah menghendakinya. Oleh karena itu, hati seharusnya bersandar pada Sang Kholiq, Allah Ta’ala.
            4. Perlunya beriman kepada takdir ilahi dengan baik sehingga tidak membuat seseorang semakin sedih atas musibah atau kesulitan yang menimpanya.
            5. Takdir di satu sisi terasa menyakitkan. Namun jika kita memandang dari sisi lain, pasti ada yang terbaik dan hikmah yang besar di balik itu semua. Yakinlah!
            Semoga kita bisa mengamalkan do’a ini di kala kita sulit dan di saat mengharap kemudahan dari Allah. Semoga sajian singkat ini bermanfaat.
            Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.


            Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


            Kita Selalu Bertanya,Al-Quran Sudah Menjawabnya....


            Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

            Kita Selalu Bertanya,Al-Quran Sudah Menjawabnya....

            Alhamdulillaah…..
            Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

            •Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...

            Kita Selalu Bertanya,Al-Quran Sudah Menjawabnya....

            KITA BERTANYA :kenapa aku selaluuu... saja dapat cobaan ?...AL-QUR'AN MENJAWAB:"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan;Kami telah beriman,sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka,maka sesungguhnya ALLAH mengetahui org2 yg benar dan,sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yg dusta."(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

            KITA BERTANYA:kenapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?...AL-QUR'AN MENJAWAB: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu,ALLAH mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."(Surah Al-Baqarah ayat 216)

            KITA BERTANYA:kenapa ujian seberat ini?..AL-QUR'AN MENJAWAB: "ALLAH tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. "(Surah Al-Baqarah ayat 286)

            KITA BERTANYA:kenapa aku selaluuu.....saja merasa frustasi ??..AL-QUR'AN MENJAWAB: "Janganlah kamu bersikap lemah,dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya,jika kamu orang-orang yg beriman."(Surah Al-Imran ayat 139)

            KITA BERTANYA :Bagaimana harus aku menghadapinya?...AL-QUR'AN MENJAWAB: "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk "(Surah Al-Baqarah ayat 45)

            KITA BERTANYA:Yang benar dooong....kalau semua itu udah aku lakukan...,trus aku dapet apa donk?...AL-QUR'AN MENJAWAB:"Sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu'min,diri,harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka.?"(Surah At-Taubah ayat 111)

            KITA BERTANYA:kepada siapa aku berharap,siapa sich yang aku bisa curhat??...AL-QUR'AN MENJAWAB:"Cukuplah ALLAH bagiku,tidak ada Tuhan selain dari-Nya.Hanya kepadaNya aku bertawakkal."(Surah At-Taubah ayat 129)

            KITA BERKATA:..Aku tak tahan kalau begini terus,aku sudah muak ... aku sudah nggak tahan!!!!...AL-QUR'AN MENJAWAB: "Dan janganlah kamu berputus asa dr rahmat ALLAH.Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir. "(Surah Yusuf ayat 12)

            Sahabat SEHB...jalan hidup kita tentunya tidak selalu indah sebagaimana yang diharapkan.Demikian juga dengan kadar iman yang naik dan bisa saja turun dengan drastisnya.Ujian tentunya bukan hanya selalu dibungkus dengan kesengsara'an saja bukan?, melainkan ia dapat dilukiskan dengan kesuksesan,prestasi,kebahagiaan dan lain sebagainya.Saat kita mengalami ‘kekosongan’ dalam melewati sebuah episode hidup,diri ini malah menjauh dari-Nya.Siratan rasa ketidakadilan akibat dari pengharapan dan cita-cita terbesar yang belum juga dikabulkan-Nya sering membuat kita ‘ngambek’ berdemo dengan ‘mogok ibadah’. Padahal sikap demikian malah akan membuat kita semakin jauh dari-Nya bukan?

            Ada apa dengan kehidupan kita? Mengapa kita selalu saja tertinggal dari orang lain dalam segala hal? Mengapa hidup tak seindah pengharapan? Mengapa teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita selalu saja mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan? Mengapa..mengapa dan mengapa.Tak kan habis pertanyaan-pertanyaan senada yang lahir dari hati ini. Kita tidak tahu,mungkin saja mereka juga mengalami hal yang sama dengan kita dan telah melewatinya dengan berdo’a,ikhtiar dan intropeksi diri dalam waktu yang kita tidak tahu berapa lama.Hanya saja mereka melewatinya lebih dulu dari pada kita.

            Sahabat SEHB,apa yang membuat hati ini menjadi ternoda adalah karena kita terkadang memandang keberhasilan orang lain dengan sinis.Timbul iri hati dan cemburu akibat membandingkan diri yang jauh dibawah nya.Sudah seharusnya kita bisa menjadi sahabat untuk diri sendiri,berdamai dengan segala kekurangan dan keberhasilan yang mungkin saja masih tertunda.Menghujat diri sendiri dengan berbagai penyesalan dan menyalahkan diri tidak akan merubah segalanya menjadi lebih baik.Mulai sekarang mari katakan pada diri kita …

            Wahai diri,ana bahagia memiliki jiwa dan raga ini,ana bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan ALLAH kepada ana.Jika ana saat ini belum menjadi orang yang berhasil,maka ana tidak perlu bersedih dan kawatir,ALLAH pasti memiliki jalan yang mungkin saja berbeda dari orang lain untuk membuat hidup ana menjadi lebih baik dan berarti.Jika bukan saat ini,mungkin esok atau lusa,minggu depan atau pun tahun depan.

            Tapi diri ana harus jauh-jauh dari yang namanya kufur nikmat dan husnudzon terhadap ALLAH AZZA WA JALLA dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

            Wahai diri,mulai detik ini jadikanlah makna dari ayat-ayat diatas menjadi penolong dan petunjuk hidupmu.Insya ALLAH,ALLAH akan selalu menyertai dan menjagamu dalam setiap denyut nadimu.Tapi ingat,semua itu harus disertai ikhtiar dan do’a.Betul? Let’s start it with Bismillah …” ^_^

            Sepenggal curahan hati yang terlahir dalam tulisan diatas terinspirasi dari pengalaman hidup ana sendiri.Dimana ana pernah mengalami pasang surutnya iman disaat hati ana mengalami ‘kekosongan’ yang mungkin akibat dari cita-cita dalam hidup yang belum tercapai. Insya ALLAH artikel yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an diatas dapat membesarkan hati kita bahwa kita hidup tidak sendiri.

            Selalu ada ALLAH dalam hati dan hidup kita dan ALLAH tidak akan membiarkan Hamba-Nya dalam keterpurukan yang berkepanjangan.Alangkah baiknya jika mulai sekarang kita menjadikan diri sebagai pribadi yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah kita rasakan. Jangan terlalu memandang ‘keatas’ yaitu orang-orang yang nikmat hidupnya melebiihi kita.Kita sering lupa bahwasanya masih banyak saudara-saudara kita yang hidup nya jauh dari kemapanan,serba kekurangan dan lain sebagainya.Akan ada jalan keluar bagi hamba-Nya yang mau berusaha merubah nasib dan Allah swt telah memberi jalan dan petunjuk hidup yang telah diatur-Nya dalam Al-Qur’an agar hidup kita menjadi tentram.Sebagaimana firman ALLAH AZZA WA JALLA : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,tetapi kalau kalian kufur,ingatlah sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih “ (QS Ibrahim :7 ).Sesungguhnya syukur itu adalah mengagungkan ALLAH Yang Memberi Nikmat,yakni mengukur nikmat-Nya agar kita tidak menjauhi diri dan tidak bersifat kufur.Insya ALLAH hal tersebut dapat kita raih dengan senantiasa berdo’a dan ikhtiar dalam memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang dicinta dan disayang ALLAH AZZA WA JALLA dan Rasulullah serta selalu dalam kesyukuran baik dalam suka maupun duka.

            Wallahua’lam bishawab.

            Ya ALLAH,ampunilah hamba yang telah berprasangka buruk terhadap-Mu,bukakanlah pintu ampunan bagi hamba yang kian gersang hatinya ini,jamah dan siramilah jiwa raga ini dengan hidayah,cinta dan kasih sayang-Mu,agar kefuturan yang selama ini kian menguasai diri dapat terlepas dari belenggunya..Aamiiin ya Rabbal'alamin...

            ♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

            Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

            Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

            Hak cipta adalah milik ALLAH AZZA WA JALLA semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

            Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

            Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

            Sebelum Engkau Halal BagiKu

            ♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

            Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

            Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

            Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

            Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh