Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

1/23/2014

DAHSYATNYA KIAMAT

Rasulullah Saw bersabda :

"Matahari pada hari kiamat didekatkan kepada manusia sehingga jaraknya dari mereka satu mil (tidak diketahui maksud 1 mil ini).

Maka manusia tenggelam dalam keringat mereka sesuai dengan amal masing-masing. Diantara mereka ada yg sampai dua mata kakinya, ada yg sampai dua lututnya, ada yang sampai pinggangnya, dan ada yg sampai tenggelam olehnya". (HR Muslim)

Astagfirullahal'adzhiim

Ya Allah,
Berikanlah kami selalu hidayah-Mu agar kami tetap berada du dalam ridha-Mu.

Dan matikanlah kami semua dalam keadaan Khusnul Khotimah. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

12/20/2013

Nikah untuk Menjaga Kesucian


nikah-suciTentu saja jika seseorang ingin menjaga kesucian dirinya, pasti Allah akan menolongnya. Yang dimaksud di sini adalah menjaga kesucian dirinya dengan menikah, maka tentu Allah pun akan menolongnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,
وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
"… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah , maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).
Muhammad 'Abdurrahman bin 'Abdurrahim Al Mubarakfuri berkata bahwa yang dimaksud menjaga kehormatan adalah menjaga diri dari zina. Ath Thibiy berkata, "Gelora cinta sangat berat bagi manusia untuk menahannya seandainya bukan karena pertolongan Allah, tentu ia tidak bisa menjaga diri dari zina. Menjaga kesucian diri seperti ini sangatlah berat karena sudah merupakan tabiat dan jika terus dibiarkan, maka akan muncul sifat kebinatangan yang itu sungguh hina. Adapun jika kesucian seseorang  benar-benar terjaga, maka ia telah menggapai kedudukan mulia para malaikat." (Tuhfatul Ahwadzi, 5: 291).
Subhanallah ... Semoga Allah memudahkan kita untuk menjaga kesucian dan kehormatan kita.
Hanya Allah yang memberi taufik dan petunjuk.

11/23/2013

Pacaran Ternyata Penuh Dusta


Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.
Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.
Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.  (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So ... Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
---

11/20/2013

Beberapa Kisah Pemurtadan Wanita Muslimah


E-mailCetakPDF
Kisah-kisah berikut semoga jadi pelajaran bagi wanita muslimah supaya sejak dini menjauh dari pergaulan dengan laki-laki non muslim, baik dengan pacaran atau serius sampai ke jenjang pernikahan. Lima kisah di bawah ini menunjukkan langkah licik kaum Nashrani dalam memurtadkan wanita muslimah.
Kisah pertama dari Ibu Dewi:
“Saya seorang ibu 29 tahun dan suami 31 tahun. Kami telah dikaruniai dua anak. Yang pertama pria (6), dan kedua putri (2). Kami menikah 7 tahun yang lalu, dia adalah teman sekampus saya. Saat pertama mengenalnya, saya benar-benar benci. Maklum, saya lahir dari keluarga Muslim yang taat, sementara dia pemeluk Protestan. Tapi entahlah, mungkin karena dia tak pernah putus asa, saya kemudian menerimanya menjadi pacar. Saya benar-benar semakin sayang setelah dia kemudian menerima menikah dalam Islam. Saya benar-benar bahagia sekali.” Tetapi setelah datangnya anak pertama lalu disusul anak kedua, banyak perubahan yang terjadi pada suami saya. Tiba-tiba dia jarang shalat dan sering keluar tanpa pamit. Belakangan saya tahu ternyata dia tidak benar-benar meninggalkan agamanya. Bahkan, sejak anak kedua kami lahir, secara terang-terangan dia pernah mengatakan kepada saya. `Saya masih seperti dulu, jadi jangan harap ada perubahan.’” “Mendengar kata-katanya, saya hampir tidak percaya. Suami saya yang tadinya pendiam itu tiba-tiba seperti itu. Yang membuat saya benar-benar takut dan sedih, hari-hari ini, dia sering memaksa saya mengikuti jejaknya untuk datang di kebaktian.’
Kisah kedua dari seorang ibu asal Palu:
Wanita berperawakan sedang ini datang bersama suaminya dengan wajah sembab. Kepada Sahid, ia menceritakan musibah yang menimpa keluarganya. Singkat cerita, sang adik diketahui hamil di luar nikah sesaat sebelum menyelesaikan gelar sarjananya. Yang membuat musibah itu terasa amat berat, pacar sang adik itu ternyata pemuda beragama lain. “Adik saya dihamili oleh pemuda Kristen,” ucapnya sembari menyeka linangan air matanya. Padahal, sang adik dikenal sebagai wanita pendiam dan jarang keluar rumah. Selain itu, selama ini, dia dibesarkan dan dididik dalam lingkungan keluarga Muslim yang sangat taat. Peristiwa memalukan itu memang kemudian bisa dicarikan solusinya. Singkatnya, sang adik akhirnya menikah dengan pacarnya pemuda Kristen dalam upacara Islam. Setelah itu, keduanya pindah kota yang jauh dari keluarga, di Palu. Hanya saja, kepergiannya masih tetap menyisakan luka yang mendalam bagi pihak keluarga. Terutama setelah diketahui bila sang adik telah ikut sang suami menjadi aktifis gereja bersama semua anaknya.
---
Kisah cinta seperti Dewi dan adik si ibu tadi bukan hal baru di negeri ini. Banyak pemuda dan pemudi pernah mengalami hal serupa. Memiliki teman dekat atau calon suami yang berbeda agama. Ujung-ujungnya, dalam banyak kasus, hubungan keduanya kemudian terhambat karena adanya perbedaan agama. Bagi yang taat pada agama, mereka memutuskan untuk berpisah. Sebagian lagi memilih kompromi, yakni memilih mengikuti salah satu dari agama yang dianut pasangannya. Pada pilihan yang terakhir inilah yang perlu diwaspadai, utamanya para gadis muslimah.
Kisah ketiga lewat pemerkosaan:
Kejahatan kristenisasi itu, kini dilengkapi dengan kenyataan kristenisasi yang sangat menghina umat Islam, yaitu memperkosa muslimah murid Madrasah Aliyah di Padang yang selanjutnya dimurtadkan. Khairiyah Enisnawati alias Wawah (17 thn) pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat adalah salah satu dari 500 orang Minang yang dimurtadkan. Gadis berjilbab itu diculik, diperkosa dan dipaksa keluar dari agamanya lewat misi rahasia yang dijalankan sekelompok orang Kristen, di rumah Salmon seorang Jemaat Gereja Protestan di Jl. Bagindo Aziz Chan, Padang tempat memaksa Wawah untuk membuka jilbab dan masuk Kristen. Gereja itu dipimpin Pendeta Willy, sedang Salmon adalah jemaat yang juga karyawan PDAM Padang. (Dialog Jumat, 6 Agustus 1999).
Kisah keempat dari H. Kacep:
Banyak muslimah telah jadi korban pemurtadan. Hanya orang-orang yang tinggal di selatan Pasar Tambun yang mengenal H Kacep. Mungkin sebab itu, kasus kematian mubaligh kondang untuk ukuran kampungnya yang sungguh mengenaskan, sama sekali luput dari pemberitaan media massa. Kejadiannya sekitar setahun yang lalu. Berawal dari pertemuan puterinya dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut. Kian hari kian akrab. Gadis muslimah itu kian sering dijumpai berduaan dengan sang pemuda. Sang ayah, H. Kacep, suatu waktu memanggil keduanya. Mubaligh itu bagaimana pun tahu bahwa berpacaran adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. “Wa la taqrabuu zina, demikian peringatan Allah SWT dalam al-Qur’an.” Karena hubungan antara puterinya dengan sang pemuda sudah terlihat begitu erat dan berjalan sudah relatif lama, maka sebagai seorang ayah yang bertanggungjawab, H. Kacep berniat untuk meresmikan hubungan kedua insan itu ke dalam jenjang pernikahan.
Secara bijak H. Kacep mengutarakan keinginannya pada sang pemuda. Puterinya menyimak baik-baik apa yang dikatakan ayahnya itu. Hatinya berbunga-bunga. Yakin bahwa sang pemuda pujaan tidak akan keberatan dengan maksud ayahnya. Setelah mendengar penuturan H. Kacep, sang pemuda dengan enteng menjawab, “Ya, saya mau saja menikahi anak bapak. Asalkan pernikahannya dilakukan di gereja!”
Bagai disamber geledek di siang bolong. Bapak dan anak puterinya terkaget-kaget dibuatnya. Sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa pemuda yang selama ini dekat dengannya ternyata seorang non-Muslim. Padahal dulunya ia pernah bilang bahwa dirinya juga Islam. Dari hari ke hari gadis muslimah tersebut mengurung diri di kamarnya. Hingga suatu hari sosok remaja tersebut ditemukan terbujur kaku dengan mulut berbusa. Sekaleng racun serangga ditemukan tergolek di sampingnya. Besar kemungkinan, sesuatu yang berharga telah dipersembahkan gadis tersebut pada sang pemuda hingga ia memilih mati ketimbang menanggung malu. Kematian puteri tercintanya membuat H. Kacep menangung kesedihan yang amat sangat. Belum lagi kasak-kusuk tetangganya yang kerap terdengar tidak sedap. Akhirnya H. Kacep jatuh sakit. Dua bulan kemudian, sang ayah menyusul puteri tercintanya ke alam baka. Pesantren yang dikelolanya pun bubar.
Kisah kelima karena pertemanan akrab dengan pemuda Nashrani:
Di daerah Kranji, masih Bekasi, beberapa tahun lalu juga terjadi kasus yang mirip. Seorang Muslimah berteman akrab dengan seorang pemuda. Dari pertemanan tersebut, si gadis pun hamil. Sang ayah yang tahu sedikit banyak tentang Islam pun marah besar. Segera dipanggilnya sang pemuda untuk dimintai pertanggungjawabannya. Juga dengan enteng, si pemuda menjawab, “Saya mau nikah dengan anak bapak, asal dilakukan di gereja!” Ayah beranak itu kaget mendengarnya. Sama sekali mereka tak menyangka siapa gerangan pemuda itu. Tapi sikap dan pendirian sang ayah cukup tegas: ketimbang anaknya murtad, lebih baik menolak mentah-mentah syarat sang pemuda Kristen tersebut. Janin yang dikandung anaknya dibiarkan lahir tanpa ayah. “Kini anaknya dirawat oleh orangtua si gadis”, ujar Drs. Abu Deedat Syihabuddin, MH, Sekjen FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) Jakarta.
---
Kristenisasi melalui jalur pemerkosaan gadis-gadis muslimah. Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan. Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus.
Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan ranjang yang telah direncanakan, itu foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: “Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?”. Kalau tidak pindah ke Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.  Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan shalehah terpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang.

Muslimah Pejuang


Mendengar kata muslimah pasti muncul di benak kita gambaran sosok wanita yang melekat pada dirinya ketaatannya kepada Allah. Kata muslimah selalu memiliki konotasi yang positif. Itulah mengapa dalam tulisan ini saya menggunakan kata muslimah, karena ketika seseorang mendengar kata ‘muslimah’ pastilah di dalam benaknya tergambar sosok wanita yang berpakaian secara islami dan pribadi wanita yang taat. Tapi kali ini saya tidak akan membicarakan lebih panjang kata ‘muslimah’. Kali ini kita akan banyak membahas bagaimana menjadi seorang muslimah yang taat, seorang muslimah pejuang, dan seorang muslimah teladan.

Muslimah Taat

Nikmat yang mungkin tidak didapat pada diri seseorang kecuali ketika dia memilih islam sebagai agama dan jalan hidupnya. Bersyukurlah kita karena mungkin kita merupakan salah satu orang beruntung yang dilahirkan dari keluarga muslim. Itu adalah bonus yang Allah berikan pada kita, tanpa mengenal agama lain, sejak kecil kita sudah dididik dengan fondasi islam. Apalagi ketika islam, agama yang kita pilih berawal dari kesadaran penuh bahwasanya hanya islamlah satu-satunya agama yang rasional, sesuai fitrah manusia, memuaskan akal, dan menetramkan hati. Islam secara bahasa berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Berangkat dari definisi tersebut, maka seorang muslimah hendaknya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam arti dia haruslah menjadikan apa-apa yang ditetapkn Allah sebagai solusi atas setiap permasahan di dalam hidupnya, dia haruslah menjadikan dirinya senantiasa mengikatkan segala amaliah-nya kepada hukum syara’ sebagai bentuk konsekuensi keimanannya kepada Allah sebagaimana yang disampaikan Allah melalui firman-NYA: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada islam secara menyeluruh..” (QS. Al Baqarah). Untuk itu muslimah yang taat adalah muslimah yang….

  1. Senantiasa mengikatkan dirinya dengan syariat Islam
  2. Senantiasa menjadikan islam sebagai landasan dalam beramal
  3. Tunduk dan patuh atas segala hal yang sudah ditetapkan Allah dan RasulNYA
  4. Rela dan ridho terhadap segala yang Allah perintahkan dan meninggalkan laranganNYA
  5. Senantiasa konsisten dan istiqomah dalam ketaatannya

Muslimah Pejuang

Jika sosok muslimah taat sedemikian hampir mendekati kesempurnaan, maka bisa dipastikan sosok muslimah pejuang  tidak jauh beda dari muslimah taat, karena muslimah pejuang adalah sosok muslimah yang senantiasa memperjuangkan apa yang menjadi ketaatannya kepada Allah dan Rasul-NYA. Tentunya apa yang diperjuangkan tidaklah lepas dari tanggung jawabnya sebagai hamba Allah, yaitu ber-amar makruf nahi munkar atau disebut ber-DAKWAH. Dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan Allah kepada hambaNya. Dakwah merupakan aktifitas mulia dan amalan yang paling dicintai Allah SWT. Perkataan pengemban dakwah adalah perkataan yang paling baik sebagaimana firman Allah di dalam surat Fushilat ayat 33: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang  yang menyeru kepada Allah dan menegrjakan kebajikan, dan  berkata,” sesungguhnya aku termasuk orang-prang muslim (yang berserah diri)?”. Sesungguhnya para Nabi dan para Rasul Allah memiliki kelebihan dan keutamaan atas semua manusia seluruhnya. Mereka berada dalam puncak kedudukan di semesta alam yang diciptakan dengan benar ini. Mereka dalah orang-orang yang berada pada garis depan . hal itu tidak lain karena mereka senantiasa menyebarluaskan petunjuk Allah, meyampaikan syariat-NYA, dan mengemban dakwah. Aktivitas mereka ini, secara mutlJika sosok muslimah taat sedemikian hampir mendekati kesempurnaan, maka bisa dipastikan sosok muslimah pejuang  tidak jauh beda dari muslimah taat, karena muslimah pejuang adalah sosok muslimah yang senantiasa memperjuangkan apa yang menjadi ketaatannya kepada Allah dan Rasul-NYA. Tentunya apa yang diperjuangkan tidaklah lepas dari tanggung jawabnya sebagai hamba Allah, yaitu ber-amar makruf nahi munkar atau disebut ber-DAKWAH. Dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan Allah kepada hambaNya. Dakwah merupakan aktifitas mulia dan amalan yang paling dicintai Allah SWT. Perkataan pengemban dakwah adalah perkataan yang paling baik sebagaimana firman Allah di dalam surat Fushilat ayat 33: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang  yang menyeru kepada Allah dan menegrjakan kebajikan, dan  berkata,” sesungguhnya aku termasuk orang-prang muslim (yang berserah diri)?”. Sesungguhnya para Nabi dan para Rasul Allah memiliki kelebihan dan keutamaan atas semua manusia seluruhnya. Mereka berada dalam puncak kedudukan di semesta alam yang diciptakan dengan benar ini. Mereka dalah orang-orang yang berada pada garis depan . hal itu tidak lain karena mereka senantiasa menyebarluaskan petunjuk Allah, meyampaikan syariat-NYA, dan mengemban dakwah. Aktivitas mereka ini, secara mutlak, merupakan aktivitas yang paling utama dan paling mulia di antara aktivitas seluruh makhluk yang ada. Karena itu, apabila seorang muslim/ muslimah senantiasa berupaya meneladani dan mengikuti jejak langkah mereka, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka telah mendekati derajat dan kedudukan para Nabi dan para Rasul di surga kelak; meskipun tentu saja bahwa para Nabi dan para Rasul memiliki derajat yang paing tinggi dan kedudukan paling utama ;karena mereka merupakan manusia pilihan Allah sekaligus mendapatkan wahyu dari-NYa. Namun demikian, aktivitas yang dilakukan seorang pengemban dakwah jelas mendekati aktivitas yang dilakukan para Nabi dan para Rasul. Begitu mulianya kedudukan menjadi pengemban dakwah, tentu saja hal ini haruslah berkorelasi positif terhadap amal yang dia lakukan. Inilah gambaran sosok muslimah pejuang, pejuang islam, muslimah pengemban dakwah:ak, merupakan aktivitas yang paling utama dan paling mulia di antara aktivitas seluruh makhluk yang ada. Karena itu, apabila seorang muslim/ muslimah senantiasa berupaya meneladani dan mengikuti jejak langkah mereka, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka telah mendekati derajat dan kedudukan para Nabi dan para Rasul di surga kelak; meskipun tentu saja bahwa para Nabi dan para Rasul memiliki derajat yang paing tinggi dan kedudukan paling utama ;karena mereka merupakan manusia pilihan Allah sekaligus mendapatkan wahyu dari-NYa. Namun demikian, aktivitas yang dilakukan seorang pengemban dakwah jelas mendekati aktivitas yang dilakukan para Nabi dan para Rasul. Begitu mulianya kedudukan menjadi pengemban dakwah, tentu saja hal ini haruslah berkorelasi positif terhadap amal yang dia lakukan. Inilah gambaran sosok muslimah pejuang, pejuang islam, muslimah pengemban dakwah:

  1. Taat kepada Allah dan RasulNYA
  2. Konsisten dalam setiap ucapan, perkataan, dan perbuatannya tehadap kebenaran yang dia bawa
  3. Berpegang teguh di atas kebenaran (islam)
  4. Tidak takut dicela dan mencela
  5. Mukhlis kholis
  6. Terikat dengan hukum syara’
  7. Berakhlaqul karimah
  8. Senantiasa menjaga keiffahannya


Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh merupakan kenikmatan yang Allah berikan untuk kita
Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh merupakan harga yang harus dibayar oleh seorang hamba yang berjual beli dengan Allah SWT
Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh meruapakan bentuk ketaatan pada Allah dan RasulNYA
Menjadi seorang pengemban dakwah….sungguh merupakan aktifitas mulia di hadapan-NYA
Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita
Menjadi seorang pengemban dakwah,,,sungguh merupakan bentuk rasa syukur kita pada-NYA
Menjadi seorang pengemban dakwah….sungguh merupakan bentuk kasih saying kita kepada sesama muslim
Menjadi seorang pengamban dakwah…sungguh meruapakan tanggung jawab kita sebagai umat Muhammad SAW dan hamba Allah SWT
Menjadi seorang pengamban dakwah…sungguh merupakan  ungkapan cinta yang nyata
Menjadi seorang pengamban dakwah…sungguh merupakan amal mulia yang bisa dijadikan hujjah dihadapan-NYA
Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh merupakan salah satu pengikat di dalam jama’ah
Menjadi seorang pengemban dakwah…sungguh merupakan jalan bagi kita menemukan islam kaffah.
Semoga tulisan ini bisa menginpirasi para muslimah yang akan, sedang dan sudah menjadi muslimah taat , musimah pejuang, dan muslimah yang menjadi telaيan bagi diri, keluarga, dan masyarakat

*Oleh: Amani Al Jannah



Segala yang diciptakan Allah SWT memiliki keteraturannya yang tepat. Alam semesta yang Allah SWT ciptakan juga memiliki pengaturan yang sempurna. Jika seandainya pengaturan ini tidak tepat dan benar, maka yang terjadi pasti kekacauan dan kerusakan. Sama halnya manusia, manusia pasti terikat pada suatu pengaturan yang benar dan tepat, karena pada hakikatnya setiap hal yang ada di dunia ini memiliki aturan main atau perunjuk kerja. Manusai, sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah, dan satu-satunya makhluk yang diberi keistimewaan oleh Allah yaitu akal, maka semua itu tidaklah lepas dari hakikat ini. Jika Allah saja memberikan khasiat/ potensi pada setiap yang diciptakanNya, apalagi makhluk berakal seperti halnya manusia, maka manusia juga memiliki potensi yang ada pada diri manusia tersebut. Diantara potensi yang Allah berikan kepada manusia yaitu berupa akal, naluri, dan hajatul udhawiyah (kebutuhan jasmani).

8/02/2013

Jika Hati Terbeli dengan Uang


Ketika kau menerima uang....
Uang berkata :
Hai hamba Allah, aku bukan milikmu.
Aku akan menjadi ular berapi di dalamn perutmu jika aku tidak kau serahkan sebagai zakat dan infak...

Ketika kau membeli makanan dengan uang itu, uang berkata :
Hai hamba Allah, kau nikmati aku tanpa kau sadari di sana ada insan yg belum makan berhari hari...
Ada keluargamu yg membutuhkan uangmu...

Ketika hamba Allah menyimpan uang bertumpuk tumpuk,
Uang berkata :
Celakalah kau karena telah memenjarakanku !
Aku akan berusaha pergi darimu,
( kmd tiba2 hamba Allah ini sakit dan uang yg ditumpuk berhasil di bebaskan serta mengalir ke rumah sakit.....juga tiba2 mobilnya hrs ke bengkel, shgg uang mengalir ke bengkel, atau rumahnya bocor, atau ke curian, atau tiba2 uangnya hilang, dan tak ada keberkahan , dll musibah)

Ketika Hamba Allah menyerahkan uang kpd fakir miskin, dan kpd orang2 yg menjadi tanggunganmu,
Uang berkata :
Alhamdulillah , terimakasih krn engkau tlh membuatku bahagia.....
Dan Malaikat berdoa :
Wahai Allah, tambahlah pd fulan ini rizkinya, dan beri barokah
Dan jadikanlah dia bendaharaMU......
Aamiin


Sabda Rasulullah shollallahu alaihi wasallam

"Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Alloh kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu diantara keduanya berdoa, "Ya Alloh berilah ganti bagi orang yang berinfak",

Sedangkan yang satu lagi berdoa, "Ya Alloh berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya"

(HR Bukhari)
42

SENYUMAN MU PENUH KEIKHLASAN


Cinta teragung tiada kelihatan
terlindung disebalik kesakitan
hilang dalam nikmat pelukan,
tersembunyi disetiap pandangan.

Tiada terputus tali pegangan,
dihujani cacian segala kehinaan,
biar derita dialam kehidupan,
senyuman mu penuh keikhlasan.

Keabdian mu penuh ketakwaan,
kau tinggalkan nama segala kepalsuan,
rahsia insan seiring perjalanan,
mata terpejam penyuluh keimanan.


Setiap penghayatan tiada batasan,
cahaya rembulan menyuluh kedasar lautan,
tiada tercapai oleh akal kemanusiaan,
ikatan keyakinan segala penentuan.

ffazreensabdajagat.blogspot.com
HAK CIPTA TERPELI
4

7/24/2013

Titisan Air Mata Tersimpan


Usia mu hadir melepasi senja
tatapan tersimpan seribu rahsia
suka duka tersurat satunya makna
demi anak ibu berikan segalanya

titisan airmata indah tersimpan
kebahagian anak mu diutamakan
semakin lelah gengaman tangan
pengorbanan mu tiada sempadan.

lafaz yang terindah untuk mu ibu
tersusun bicara seindah senyuman mu
selembut sentuhan dibelai sang bayu
sedingin telaga disudut qalbu ku

ffazreensabdajagat.blogspot.com
Foto: PUISI: TITISAN AIRMATA INDAH TERSIMPAN

Usia mu hadir melepasi senja
tatapan tersimpan seribu rahsia
suka duka tersurat satunya makna
demi anak ibu berikan segalanya

titisan airmata indah tersimpan
kebahagian anak mu diutamakan
semakin lelah gengaman tangan
pengorbanan mu tiada sempadan.

lafaz yang terindah untuk mu ibu
tersusun bicara seindah senyuman mu
selembut sentuhan dibelai sang bayu
sedingin telaga disudut qalbu ku

ffazreensabdajagat.blogspot.com
Hakcipta terpelihara 2013-7-29 / 9.30 AM

7/16/2013

Butiran Tasbih Rindu


Lembayung senja telah menutup tirai-nya
Membuka tabir kebahagiaan dalam jiwa
Tatkala kau hadiahkan kepada kita
Mahligai kesejukan dalam jiwa

Ketika air mata mengalir membasahi raga ..
Q'ketuk hati dalam jiwa
Ingin Q persembahkankan sebuah Do'a
Untuk bekal'Q nanti di akhirat sana
Insya Allah bila kau di terima

Ketika badan bergetar menyebut nama Nya ....
Ketika air mata mengalir membasahi raga ..
Butiran tasbih rindu mulai berirama
Mengalun syahdu dzikir-dzikir cinta
Melantunkan nada-nada rindu akan Robb-nya

Ya Robbana
semoga engkau memBukakan cahaya
untuk selalu mengingat-mu tiada tara
Sebab hanya dengan cahaya-mu yang bisa
Membuat hati bahagia & tentram dalam jiwa


Aamiin...ya Robbal Aalamiin...!!

Foto: *~Butiran tasbih Rindu~*
-------------------------------

Lembayung senja telah menutup tirai-nya
Membuka tabir kebahagiaan dalam jiwa
Tatkala kau hadiahkan kepada kita
Mahligai kesejukan dalam jiwa

Ketika air mata mengalir membasahi raga ..
Q'ketuk hati dalam jiwa
Ingin Q persembahkankan sebuah Do'a
Untuk bekal'Q nanti di akhirat sana
Insya Allah bila kau di terima

Ketika badan bergetar menyebut nama Nya ....
Ketika air mata mengalir membasahi raga ..
Butiran tasbih rindu mulai berirama
Mengalun syahdu dzikir-dzikir cinta
Melantunkan nada-nada rindu akan Robb-nya

Ya Robbana 
semoga engkau memBukakan cahaya 
untuk selalu mengingat-mu tiada tara
Sebab hanya dengan cahaya-mu yang bisa
Membuat hati bahagia & tentram dalam jiwa


Aamiin...ya Robbal Aalamiin...!!

''Setulus hati selembut sutera''
Amel lita 31july 2013-11:45 AM
4

7/15/2013

Fenomena Putus Sekolah Karena Hamil di Luar Nikah


Kami dengar sendiri di salah satu sekolah kejuruan di daerah kami telah semakin maraknya remaja yang putus sekolah karena hamil di luar nikah. Bahkan ada yang sebenarnya sisa menjalankan satu semester lagi bahkan beberapa bulan lagi, namun karena sudah terkumpul malu dengan perut si wanita yang membesar karena ‘sex before marriage’ akhirnya harapan masa depannya jadi sirna dengan ‘putus sekolah’. Semua bermula dari pacaran dan kedekatan hubungan dengan lawan jenis. Ditambah lagi kurangnya pengawasan terhadap anak oleh orang tua.
Berikut beberapa antisipasi fenomena zina di atas:
1- Kokohkan akidah dan beri porsi pendidikan agama
Karena dengan semakin kokohnya akidah, para anak akan semakin sadar untuk taat pada Allah dan menjauhi maksiat. Karena bentuk iman bukan hanya perkataan di lisan dan keyakinan di hati, namun juga disertai amalan. Konsekuensi jika memiliki iman seperti ini adalah remaja akan semakin sadar untuk taat pada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Iman tanpa amal tidaklah disebut beriman.
Begitu pula secara umum, remaja mesti diberi porsi lebih untuk mengenal agamanya. Karena jika hanya diberi suntikan ‘science’ dan ilmu semisalnya, tidak bisa membuat mereka menjadi baik. Karena kebaikan hanyalah diraih oleh seseorang yang memahami ilmu diin atau ilmu agama sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah membuatnya faqih (paham) agama.” (Muttafaqun ‘alaih). Ibnu ‘Umar berkata, “Faqih adalah orang yang zuhud di dunia selalu mengharap akhirat.” (Syarh Ibnu Batthol).
Keutamaan lain bagi remaja yang kenal agama adalah malaikat semakin ridho dengan meletakkan sayapnya bagi orang yang mempelajari ilmu agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ خَارِجٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ إِلاَّ وَضَعَتْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا بِمَا يَصْنَعُ
Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu melainkan malaikat akan meletakkan sayapnya padanya yang menunjukkan ridho terhadap amalan yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah no. 226, sanad haditsnyahasan sebagaimana kata Al Hafizh Abu Thohir)
2- Menjauhkan kedekatan dengan lawan jenis
Keadaan sekolah yang baik adalah jika bisa memisah antara proses belajar mengajar antara putera dan puteri. Karena penyatuan atau campur baur antara mereka, itulah yang membuat berbagai fenomena kerusakan di kalangan remaja atau siswa. Oleh karenanya, sudah jauh-jauh hari Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewanti-wanti kedekatan seperti itu. Sebagaimana kita dapat ambil pelajaran dari hadits dari Ibnu ‘Abbasradhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya." (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)
Dari sini kita dapat ambil pelajaran bahwa pergaulan terbaik perempuan adalah dengan sesama perempuan, begitu pula dengan pergaulan laki-laki yaitu dengan sesamanya. Kedekatan yang mesti dijauhi pula adalah lewat tatap muka, saling sms-an, saling bercakap via telepon atau lewat sosial media.
3- Menjauhkan anak dari pacaran
Remaja pun sudah seharusnya sudah diberikan pengertian jauh-jauh hari bahwa pacaran termasuk keharaman. Dikatakan haram karena pacaran hanya mendekatkan pada zina. Zina termasuk dosa besar yang dilarang untuk didekati. Jika didekati saja tidak dibolehkan, apalagi sampai terjerumus dalam zina. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32). Ayat ini dimaksudkan bahwa segala sebab menuju zina, maka terlarang -sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya-, yaitu mulai dari bertatap muka, salaman, sms-an, bercakap via telepon sampai kencan di kegelapan walau tidak sampai melakukan zina.
4- Memilih lingkungan pertemanan yang baik bagi anak
Memilih teman bergaul yang baik menjadi sebab remaja dapat terbentengi dari zina. Karena kita dapat melihat baiknya seseorang dari teman dekatnya sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Sanad hadits inihasan kata Al Hafizh Abu Thohir).
Lihat pula hadits Abu Sa’id, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda,
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ
Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang beriman dan janganlah yang makan makananmu melainkan orang yang bertakwa” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Sanad hadits ini shahih kata Al Hafizh Abu Thohir). Karena jika seseorang berteman dengan orang beriman, maka ia akan ikut rajin beribadah dan semangat dalam beramal sholih.
Lihat saja banyak remaja yang jadi rusak terjerumus dalam zina, narkoba, jadi pemabuk dan perokok berat gara-gara teman bergaulnya. Kebanyakan mereka memilih pacaran, karena malu dengan temannya yang sudah punya pacar. Sama halnya dengan para pecandu rokok, narkoba dan miras semuanya karena ikut-ikutan teman.
5- Perhatian orang tua amat dibutuhkan
Sebagian orang tua tersibukkan dengan pekerjaan kantor. Ditambah lagi tidak ada yang memberikan perhatian di rumah karena ibunya pun keluar rumah untuk bekerja. Jadinya anak kurang perhatian. Hanya di akhir pekan saja, orang tua memberi perhatian pada anak. Ditambah lagi perhatian orang tua hanyalah dalam masalah dunia anak saja, semacam bagaimana anak bisa pandai komputer dan bercakap bahasa Inggris. Sedikit yang mau memperhatikan agama anak, apakah mereka rajin menjaga shalat dan punya akidah yang benar. Padahal kita selaku kepala keluarga diperintahkan dalam ayat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At Tahrim: 6). Sahabat ‘Aliradhiyallahu ‘anhu berkata, “Ajarilah adab dan agama kepada mereka”. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga berkata, “Lakukanlah ketaatan pada Allah dan hindarilah maksiat. Perintahkanlah keluargamu untuk mengingat Allah (berdzikir), niscaya Allah akan menyelamatkan kalian dari jilatan neraka”. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 59)
Semoga dengan memperhatikan hal ini akan semakin memperbaiki keadaan remaja kita yang semakin lama menuju pada kerusakan moral dan akhlak. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
---
@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 8 Jumadal Ula 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

6/29/2013

Merindukan-Mu dalam Doaku


Ya Allah..
Q'bersimpuh atas sajadah cinta-mu..
Q'terduduk malu dlm rasa dijiwaku..

ku senandungkan sebait do'a untuk-mu
seiring beningnya butiran air mata utk dia-mu
Yang sllu ku damba yg sekarang masih Engkau sembunyikan..


Ya Allah..
kupasrahkan segala urusan ini kepada-Mu
kabulkan do'a do'aku, bukakan tabir rahasia-Mu
Ya Illahi tentang siapakah dia di sana yg Engkau ciptakan utkku..

Ya Allah..
ku ayunkan langkah meniti tabir hidup yg tlah Engkau anugerahkan kpd hamba-Mu
& ku syukuri akan karunia-mu
karena ku yakin Engkau sudah mempersiapkan yg terbaik utk para hamba hamba-Mu..

Ya Allah..
Engkau Maha Pengasih pd hamba hamba-Mu..
hanya sebaris do'a semoga ku bertahan dlm kerindhuanku..

langkah ku ini takkan terhentikan smpai jiwa ini kembali menghadap memenuhi panggilan-Mu

Tegarkan hatiku, kuatkan imanku..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin

~Setulus hati selembut sutera~
Amel lita 25 july 2013-23:00pm
5

6/28/2013

Hubungan Seksual yang Terlarang

hubungan_seksual_terlarang_oral_seks_seks_analSegala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saking ingin menambah cinta dan kemesraan, sebagian pasangan suami istri melakukan hubungan seks yang terlarang, apalagi ditambah karena tidak pernah “ngaji” atau mendalami ilmu agama. Karena jauh dari agama, apa pun dianggap halal.
Dalam hubungan seksual (coitus), asalnya boleh-boleh saja dengan berbagai cara asalkan tidak melanggar syariat atau tuntunan Islam. Berikut kami sebutkan dua hubungan seks yang terlarang, ditambah dengan bahasan hukum oral seksSemoga bermanfaat bagi pasutri sekalian.
Pertama: Seks anal
Seks anal adalah menyetubuhi istri pada duburnya (anus). Kita tahu bersama bahwa anus adalah tempat keluarnya kotoran dan berbagai macam kuman. Apalagi anus tidak menghasilkan cairan sebagaimana pada vagina wanita, sehingga dapat berakibat fatal bagi alat seksual saat berhubungan. Dari sinilah di antara alasan mengapa seks anal seperti ini terlarang.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama yang jadi rujukan dalam Islam bersepakat haramnya menyetubuhi istri pada duburnya baik saat wanita tersebut haid atau suci”. Ulama Syafi’iyah pun berpendapat, “Tidak halal menyetubuhi seseorang di duburnya begitu pula menyetubuhi hewan seperti itu dalam keadaan apa pun itu. Wallahu a’lam.” (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 10: 6). Hadits yang mendasari larangan ini adalah sabda Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا
Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.” (HR. Ahmad 2: 479. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut hasan)
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم-
Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi no. 135, Ibnu Majah no. 639. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Allah Ta’ala pun menerangkan bahwa kita hendaknya menyetubuhi istri di kemaluan. Dalam sebuah ayat disebutkan,
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al Baqarah: 223).
Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “ ‘الْحَرْثُ’ dalam ayat tersebut bermakna tempat bercocok tanam. Artinya, anak itu tumbuh dari hubungan di kemaluan dan bukan di dubur. Jadi maksud ayat tersebut adalah setubuhilah istri kalian pada kemaluannya, tempat tumbuhnya janin. Sedangkan makna ‘أَنَّى شِئْتُمْ’ yaitu sesuka kamu bagaimana variasi hubungan seks, mau dari arah depan atau belakang, atau antara keduanya, atau pun dari arah kiri. Dalam ayat tersebut, Allah menyebut wanita sebagai ladang dan dibolehkan mendatangi ladang tersebut yaitu pada kemaluannya. Selain atsar disebutkan bahwa seks anal semacam ini termasuk bentuk liwath shugro (sodomi yang ringan). Dalam hadits yang shahih juga disebutkan,
إنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي حُشُوشِهِنَّ
Sungguh Allah tidaklah malu dari kebenaran. Janganlah kalian menyetubuhi wanita di duburnya” (HR. Al Baihaqi). Kata “الْحُشُّ” yang dimaksud adalah dubur, yaitu tempat yang kotor. Allah Ta’ala sendiri mengharamkan menyetubuhi wanita haid karena adanya haid di kemaluaannya. Bagaimana lagi jika yang disetubuhi adalah tempat yang keluarnya najismughollazhoh (najis yang berat)? Seks anal tidak dipungkuri lagi termasuk jenis liwath(sodomi). Menurut madzhab Abu Hanifah, Syafi’iyah, pendapat Imam Ahmad dan Hambali, perbuatan seks anal ini haram, tanpa adanya perselisihan di antara mereka. Demikian pula hal ini menjadi pendapat yang nampak pada Imam Malik dan pengikutnya.” (Majmu’ Al Fatawa, 32: 267-268)
Kedua: Hubungan seks saat menstruasi
Sebagian kalangan ada yang menghalalkan di saat wanita menstruasi (haid). Padahal dari sisi kesehatan pun sangat tidak dianjurkan karena:
1. Saat haid terjadi peluruhan lapisan endometrium (lapisan dinding rahim bagian dalam) yang mengandung berbagai  macam protein serta asam amino. Namun, jika ternyata tidak terjadi pembuahan, maka endometrium tersebut bisa menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan berbagai penyakit. Nah, bisa dipastikan kuman penyakit yang masuk ke endometrium ini masuk melalui pintu vagina. Selain vagina, penis juga bisa membawa kuman penyakit dari luar.
2. Jika si perempuan menderita salah satu dari sekian banyak penyakit STD (Sexually Transmitted Diseases) seperti herpes dan gonorrhea, maka darah haid merupakan medium yang sangat baik untuk berpindahnya virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut kepada pasangan.
3. Saat haid, vagina dipastikan dalam kondisi yang sangat sensitif. Jika dipaksakan terjadi penetrasi, biasanya si perempuan akan merasa sakit dan perih karena terkoyak. Jika sudah begini, maka akan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan.
4. Para pakar kesehatan mengatakan, saat terjadinya penetrasi dikhawatirkan akan ada udara masuk ke dalam rahim sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan, bahkan bisa mengantar kepada kematian. (Sumber: kompas.com)
Dari segi dalil dan pendapat ulama, hubungan seksual saat haid terlarang. Imam Nawawirahimahullah berkata, “Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.” (Al Majmu’, 2: 359) Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Majmu’ Al Fatawa, 21: 624)
Dalam hadits disebutkan,
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم-
Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, atau mendatangai dukun, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi no. 135, Ibnu Majah no. 639. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Al Muhamili dalam Al Majmu’ (2: 359) menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid, maka ia telah terjerumus dalam dosa besar.”
Hubungan seks yang dibolehkan dengan wanita haid adalah bercumbu selama tidak melakukan jima’ (senggama) di kemaluan. Dalam hadits disebutkan,
اصْنَعُوا كُلَّ شَىْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ
Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ (di kemaluan).” (HR. Muslim no. 302)
Dalam riwayat yang muttafaqun ‘alaih disebutkan,
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا ، فَأَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يُبَاشِرَهَا ، أَمَرَهَا أَنْ تَتَّزِرَ فِى فَوْرِ حَيْضَتِهَا ثُمَّ يُبَاشِرُهَا . قَالَتْ وَأَيُّكُمْ يَمْلِكُ إِرْبَهُ كَمَا كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَمْلِكُ إِرْبَهُ
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?”   (HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293). Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, “Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya”. Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluannya.
Rumaysho.com -alhamdulillah- telah mengulas hubungan intim saat menstruasi secara lebih lengkap di sini.
Bagaimana dengan Seks Oral?
Bagi kebanyakan pasangan, seks oral (oral seks) biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemanasan atau foreplay.  Kaum lelaki banyak yang menyukai aktivitas ini sebab oral seks mampu membakar fantasi mereka dalam meraih kepuasan.  Pria biasanya merasakan kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral.
Namun bagaimana Islam menilai perbuatan seks semacam ini?
Mengenai hukum oral seks (jika yang dimaksud adalah mencium kemaluan pasangan saat berhubungan) diperselisihkan oleh para ulama. Ulama Hambali membolehkan mencium kemaluan istri sebelum jima’, namun dimakruhkan jika dilakukan setelah itu. Hal ini yang disebutkan dalam kitab Kasyful Qona’, salah satu buku fikih madzhab Hambali. Yang bermasalah, jika yang dicium adalah kemaluan yang sudah terdapat najis seperti kencingdan madzi.
Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Jibrin ditanya, “Bolehkah seorang wanita mencium kemaluan suaminya, begitu pula sebaliknya?”
Jawab beliau rahimahullah, “Hal ini dibolehkan, namun dimakruhkan. Karena asalnya pasutri boleh bersenang-senang satu dan lainnya, menikmati seluruh badan pasangannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu dan lainnya dengan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena masih ada cara lain yang lebih menyenangkan.”
Sehingga saran kami, cara seks oral sebaiknya dijauhi apalagi mengingat bahaya dari sisi kesehatan. Kata seorang konsultan seks, dr Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, SpRM, M.Kes, "Di dalam mulut terdapat banyak air liur yang dapat menularkan penyakit. Sebab di dalam air liur manusia, terdapat beberapa kuman dan bakteri. Demikian pula dengan berbagai macam jamur, yang biasa menempel di tubuh manusia. Ketiganya bisa mengakibatkan penyakit saat kita melakukan oral seks.” (Sumber: kompas.com). Jika seks oral membawa dampak bahaya seperti ini, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).
Semoga bahasan ini bermanfaat bagi pasutri. Semoga dengan cara hubungan seksual yang halal bisa memupuk cinta kasih terhadap pasangan. Setiap hubungan seksual pun butuh kesadaran untuk bertakwa pada Allah.
Ada bahasan menarik lainnya mengenai hubungan intim yang halal, silakan klik di sini.
Wallahu waliyyut taufiq. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

@ Ummul Hamam, Riyadh-KSA
16 Dzulhijjah 1432 H