Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan

7/15/2013

Fenomena Putus Sekolah Karena Hamil di Luar Nikah


Kami dengar sendiri di salah satu sekolah kejuruan di daerah kami telah semakin maraknya remaja yang putus sekolah karena hamil di luar nikah. Bahkan ada yang sebenarnya sisa menjalankan satu semester lagi bahkan beberapa bulan lagi, namun karena sudah terkumpul malu dengan perut si wanita yang membesar karena ‘sex before marriage’ akhirnya harapan masa depannya jadi sirna dengan ‘putus sekolah’. Semua bermula dari pacaran dan kedekatan hubungan dengan lawan jenis. Ditambah lagi kurangnya pengawasan terhadap anak oleh orang tua.
Berikut beberapa antisipasi fenomena zina di atas:
1- Kokohkan akidah dan beri porsi pendidikan agama
Karena dengan semakin kokohnya akidah, para anak akan semakin sadar untuk taat pada Allah dan menjauhi maksiat. Karena bentuk iman bukan hanya perkataan di lisan dan keyakinan di hati, namun juga disertai amalan. Konsekuensi jika memiliki iman seperti ini adalah remaja akan semakin sadar untuk taat pada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Iman tanpa amal tidaklah disebut beriman.
Begitu pula secara umum, remaja mesti diberi porsi lebih untuk mengenal agamanya. Karena jika hanya diberi suntikan ‘science’ dan ilmu semisalnya, tidak bisa membuat mereka menjadi baik. Karena kebaikan hanyalah diraih oleh seseorang yang memahami ilmu diin atau ilmu agama sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah membuatnya faqih (paham) agama.” (Muttafaqun ‘alaih). Ibnu ‘Umar berkata, “Faqih adalah orang yang zuhud di dunia selalu mengharap akhirat.” (Syarh Ibnu Batthol).
Keutamaan lain bagi remaja yang kenal agama adalah malaikat semakin ridho dengan meletakkan sayapnya bagi orang yang mempelajari ilmu agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ خَارِجٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ إِلاَّ وَضَعَتْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا بِمَا يَصْنَعُ
Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu melainkan malaikat akan meletakkan sayapnya padanya yang menunjukkan ridho terhadap amalan yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah no. 226, sanad haditsnyahasan sebagaimana kata Al Hafizh Abu Thohir)
2- Menjauhkan kedekatan dengan lawan jenis
Keadaan sekolah yang baik adalah jika bisa memisah antara proses belajar mengajar antara putera dan puteri. Karena penyatuan atau campur baur antara mereka, itulah yang membuat berbagai fenomena kerusakan di kalangan remaja atau siswa. Oleh karenanya, sudah jauh-jauh hari Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mewanti-wanti kedekatan seperti itu. Sebagaimana kita dapat ambil pelajaran dari hadits dari Ibnu ‘Abbasradhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya." (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)
Dari sini kita dapat ambil pelajaran bahwa pergaulan terbaik perempuan adalah dengan sesama perempuan, begitu pula dengan pergaulan laki-laki yaitu dengan sesamanya. Kedekatan yang mesti dijauhi pula adalah lewat tatap muka, saling sms-an, saling bercakap via telepon atau lewat sosial media.
3- Menjauhkan anak dari pacaran
Remaja pun sudah seharusnya sudah diberikan pengertian jauh-jauh hari bahwa pacaran termasuk keharaman. Dikatakan haram karena pacaran hanya mendekatkan pada zina. Zina termasuk dosa besar yang dilarang untuk didekati. Jika didekati saja tidak dibolehkan, apalagi sampai terjerumus dalam zina. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32). Ayat ini dimaksudkan bahwa segala sebab menuju zina, maka terlarang -sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya-, yaitu mulai dari bertatap muka, salaman, sms-an, bercakap via telepon sampai kencan di kegelapan walau tidak sampai melakukan zina.
4- Memilih lingkungan pertemanan yang baik bagi anak
Memilih teman bergaul yang baik menjadi sebab remaja dapat terbentengi dari zina. Karena kita dapat melihat baiknya seseorang dari teman dekatnya sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Sanad hadits inihasan kata Al Hafizh Abu Thohir).
Lihat pula hadits Abu Sa’id, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda,
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ
Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang beriman dan janganlah yang makan makananmu melainkan orang yang bertakwa” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Sanad hadits ini shahih kata Al Hafizh Abu Thohir). Karena jika seseorang berteman dengan orang beriman, maka ia akan ikut rajin beribadah dan semangat dalam beramal sholih.
Lihat saja banyak remaja yang jadi rusak terjerumus dalam zina, narkoba, jadi pemabuk dan perokok berat gara-gara teman bergaulnya. Kebanyakan mereka memilih pacaran, karena malu dengan temannya yang sudah punya pacar. Sama halnya dengan para pecandu rokok, narkoba dan miras semuanya karena ikut-ikutan teman.
5- Perhatian orang tua amat dibutuhkan
Sebagian orang tua tersibukkan dengan pekerjaan kantor. Ditambah lagi tidak ada yang memberikan perhatian di rumah karena ibunya pun keluar rumah untuk bekerja. Jadinya anak kurang perhatian. Hanya di akhir pekan saja, orang tua memberi perhatian pada anak. Ditambah lagi perhatian orang tua hanyalah dalam masalah dunia anak saja, semacam bagaimana anak bisa pandai komputer dan bercakap bahasa Inggris. Sedikit yang mau memperhatikan agama anak, apakah mereka rajin menjaga shalat dan punya akidah yang benar. Padahal kita selaku kepala keluarga diperintahkan dalam ayat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At Tahrim: 6). Sahabat ‘Aliradhiyallahu ‘anhu berkata, “Ajarilah adab dan agama kepada mereka”. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga berkata, “Lakukanlah ketaatan pada Allah dan hindarilah maksiat. Perintahkanlah keluargamu untuk mengingat Allah (berdzikir), niscaya Allah akan menyelamatkan kalian dari jilatan neraka”. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 59)
Semoga dengan memperhatikan hal ini akan semakin memperbaiki keadaan remaja kita yang semakin lama menuju pada kerusakan moral dan akhlak. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
---
@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 8 Jumadal Ula 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

12/08/2012

KEBAHAGIAAN BUKAN UNTUKKU


 
Sore itu aku termenung sendiri di taman itu, Aku berkata sendiri seperti layaknya orang gila. Iya aku gila karena cinta. “Tuhan bagaimana aku bisa menghapuskan dia dari ingatanku dan dari hatiku. Sungguh sulit melupakannya, ya mungkin dia cinta pertamaku, tapi tidak mungkin untuk cinta sejati, buktinya dia mempunyai kekasih aku gak bisa tersenyum, makanya dia bukan cinta
sejatiku, karena cinta sejati adalah ketika kita mencintai seseorang, tapi org itu mlah mencintai orglain dan kita masih bisa tersenyum dan berkata aku bahagia untukkmu” di belakang sana terdengar suara laki-laki yang sudah aku hapal banget, dia berkata “mungkin iya aku bukan cinta sejatimu, tapi bagiku kamu adalah cinta pertama dan terakhir untukku”
“shemiii.” Teriak aku
“iya aku shemi git, knpa kamu sedih? Aku yakin aku akan menjadi cinta pertama dal terakhirmu” kata shemi mantan kekasihku yang sekarang sudah mempunyai cewek lain
“tapi kamu udah punya pacar shem, aku gak mungkin terus mencintaimu. Seandainya aku tau jalan fikiranmu , aku juga akan tau apa aku harus lanjut mencintaimu atau berhenti mencintaimu” kata gita
“kamu pasti tau kok git apa jawabannya” jawab shemi
“iya aku tau kalau aku emang harus berhenti mencintaimu” mata gita udah mulai berkaca-kaca
“bukaan itu” jawab shemi
“lantas apa aku harus lanjut mencintaimu? Sedangkan kamu udah bersama oranglain.kamu bukanlah milikku lagi” gitapun akhirnya mengeluarkan airmatanya
“emang aku punya pacar, tapi kamu gataukan yang sebenarnya ? bahwa hati aku itu Cuma untuk kamu, you one and only. Percayalah!” tangan si shemi langsung menghapus airmata gita di pipi gita.
*kami putus bukan karena ada perdebatan, ya mungkin aku yang selingkuh atau dia yg selingkuh, itu tidak. Kami putus karena pada saat itu satu tahun kami dalam kebesamaan, petaka itu justru datang saat ia dengan resmi mengenalkan diriku kepada keluarganya. Saat itulah ia ultah yang ke delapan belas. Dan kami menjelang lulus ujian.ada seorang gadis lain, pilihan mamanya yang menghinaku mentah2. Aku lari dari pesta itu dengan hati hancur, karena kedua orgtua shemi mengataiku gadis kampung yang tak pantas memasuki rumah mereka, tak pantas mencintai shemi, tak pantas menjadi kekasih shemi. Itulah kehidupanku, aku nyaris bunuh diri untung saja aku masih kuat iman.
Dan saat itu yang lebih hancur adalah ketika shemi memutuskanku karena demi mamanya dan menjalin tali cinta atau pacaran dengan gadis pilihan mamahnya itu. Sungguh hatiku hancur dengan semua itu.andai dapat ku bacakan surat kecil untuk mantanku ini, akan ku bacakan sekarang juga di hadapan dia dan cewek pacarnya itu. Surat ini berisi
“ku ingin kau tau perasaanku , semua isi hatiku. Aku telah jatuh cinta, sungguh aku jatuh cinta. Mengapa sekejap saja setelah menunggu lama terlalu cepat tuk berlalu dan meninggalkanku. Tuhan dengarkanlah pintaku, sampaikan padanya walau takkan mungkin brsatu di hatiku selalu mencintainya. Andaiku mampu kembali mengulang sekali lagi namun telah kau tentukan, harus ku terima” itulah ssurat kecil yang aku buat untuk mantanku iini.
*tuhan aku ingin seperti mereka, takkan ada air mata yang terjatuh lagi. Namun semua takdirmu yang mentakdirkan aku harus hidup begini yang tak di terima oleh keluarga shemi, dn akhirnya shemi terpaksa mengikuti apa mau mamahnya dan pergi bersama ceweklain. Seandainya aku bisa menerima semua cobaanku dengan lapang dada mungkin sekarang takkan ada tangisan dalam hati ini. Tapi mengapa tuhan kau berikan cobaan ini, ini sangat sulit untuk ku hadapi ya allah, ini menyangkut perasaan. Perasaan ini sensitif,*
Aku trlelap tertidur dengan menggenggam handphone ku. Aku berharap ketika terbangun nanti ada sms atau telepon dari shemi, tapi seketika ku terbangun dri tidurku. Tak ada satupun sms dari shemi apalagi menelpon. Ya mungkin dia sudah melupakanku dan bahagia dengan cewek barunya. Tapi bagaimana dengan nasib ku? Yang tak pernah bisa melupakan sosok shemi di hatiku, sosok shemi di ingatanku. Dan mengapa ini semua terjadi kepadaku? Sungguh aku kurang sanggup menghadapi ini. Tapi aku mencoba tegar sekarang, aku mencoba bangkit dari keterpurukanku ini. Sekarang aku tak lagi menangis dalam malam-malamku. Aku mencoba tegar dan tegarr walau terkadang aku menangis mengingat shemi yang tak pernah menghubungiku lagi. Dan sampai saat ini sosok shemi belum ada yang menggantikan, dan mungkin takkan pernah ada yang menggantikan.
4tahun kemudian
Aku pulang dari Singapura ke jakarta, krna pada saat itu aku kuliah di singapura. Walaupun keluarga kami hidup serba sederhana tapi ibu dan ayahku masih bisa membiayaiku kuliah di luar negeri dan aku pulang kesini Cuma kangen aja sama kedua orangtuaku dan kebeneran kuliah ku di singapura udah tuntas , lulus. Waktu itu aku masih ingat dengan wajah shemi, namun sedikit sudah hilang. Aku sudah mulai bisa melupakan dia.
Keesokan harinya , aku bersama ibuku pergi ke Mall untuk berbelanja dan kebetulan saat aku kuliah di singapura, kehidupan keluarga kami menjadi meningkat berkat ayah dan ibu yang bekerja keras, dan sebaliknya keluarga shemi penghasilannya mulai menurun krna kata sahabatku orangtua shemi terlalu mewah untuk membiayai pertunangan shemi dan cewek pilihan mamahnya itu. Lah kalau begitu shemi udah tunangan dong ya sama cewek itu ? ada rasa sakit tapi tidak terlalu sakit seperti dulu pas shemi lebih memilih cewek yg sekarang jadi tunangannya itu, memang katanya awalnya shemi gak cinta sama cewek itu tapi kalau gak cinta mengapa mereka tetap bertahan sampai saat ini bahkan kenapa mereka tunangan? Ya mungkin krna mereka sudah saling mencintai kali ya.
Ketika diparkiran mall ketemu mamahnya shemi
“hei tante?” aku nyapa aja lah takut di sangka anak sombong atau apalah.
“eh kamu gita, skrg udah kaya ya? Udah bawa mobil segala” sahut mamahnya shemi dengan ketus
“ahh tante nggak kok, masih seperti dulu” aku gak mau di sangka belagu jdi ya jawab gitu aja
“ohh yalah syukur deh”
Mamahnya shemi pergi meninggalkan kita, lah ko dia masih aja judes, udah 4tahun loh gak ketemu. Malahan aku yang nyapa dia , ehh dasar tante tante.
“siapa itu git? Ko ngomong nya kayak gitu amat ya?” Tanya ibuku
“itu bu, mamahnya shemi”
“ohh itu ya”
Ketiak di mall, aku rasanya ingin membeli boneka baru deh buat temen tidurku dikamar, tapi seketika aku menggambil boneka angrybirds itu cowo itupun mengambil boneka itu. Kebetulan bonekanya tinggal satu lagi ya ma’lum angrybirds lagi ngtrend.
“eh, yaudah nih buat kamu aja” kata cowo itu
“nggak kok, kalau kamu mau yaudah buat kamu aja, aku bisa nyari boneka lain” jawabku
“enggak kok, Cuma buat adikku aja kok, aku masih bisa nyari di tko lain” kata laki-laki itu
“bener ya?”
“iya benerlah”
“yaudah makasih yaa”
“iya sama-sama”
Aku bergegas untuk pergi ke kasir, tapi tiba-tiba lakilaki itu memegang tanganku.
Aku Cuma memadang dia aja.
“namamu siapa?” tanya dia
Lahh ko aku jadi deg-degan gini yaa? Uhuhuhuu
“nama aku gita. Kamu?”
“nama aku Fendy”
“ohh ya ya yaa”
*dan wah kenapa ya aku sekarang jadi terfikir fendy terus ? haha tapi gapapa lah aku udah bisa ngelupain shemi yang jelas-jelas udah bahagia mungkin sama tunangannya itu. Tapii aku juga bingung kenapa sampai bisa lupa sama shemi dan langsung perasaan ini degdegan ketika mikirin fendy. Haha apa mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Heuhh tapi aku takut fendy udah punya pacar bahkan udah punya istri. Haduuh aku takuttt.
Esok harinya, aku pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku pengetahuan. Dan waww senangnya aku bertemu lagi dengan fendy di toko buku itu. Ketika berpapasan secara langsung , saking degdegannya aku gak ngeliat pas jalan dan akhrnya bertabrakan sama fendy, ketika wakt bertabrakan buku atau apapun barang-barang yang aku pegang semua jatuh.
“maafin aku ya gita” kata fendy
“hm gpp aku yang salah aku gak ngeliat pas jalan, maafin aku ya”
“iya udah kita saling memaafkan ya”
“iya oke.”
“hm git, aku boleh minta no HP kamu?”
“buat apaa?” jawab gita
“Cuma buat komunikasi aja, siapa tau kita bertemu lagi nanti”
“hheuh. Yaudah nih no nya jangan kasih tau siapa-siapa ya !”
“okee”
“yaudah aku pulang dulu ya”
“iya, mau aku anter?”
“nggak usah, gapapaa ko aku bisa pulang sendiri”
“yaudah hati-hati yaa”
Aku hanya mmbalas dengan senyuman
*sampai di rumah aku hanya berfikir, knpa aku melakukan hal bodoh seperti tadi sehingga aku tabrakan sama fendy, haha ya Ampun dasar. Haha suka kali ya aku ke dia. Hmm entahlahh
Lamunanku tersadarkan oleh berderingnya suara Hpku. Aku gak terlalu berharap fendy ngsms. Tapi pas aku liat hp dan benarlah itu sms dari fendy
“haii gita?”
“ini siapa?”
“aku fendy”
“haha ohh iya iya”
Sering kami smsn. Telepnan ya pokoknya seru deh.
1bulan kemudian
Pagi-pagi buta aku terbangun karena ada message dari fendy, yang isinya “git, ntr siang kita ketemu ya di cafe tmpat kita ketemu. Please aku ada perlu sama kamu.”
“okelah” jawabku singkat
Saat kita ketemu, dia mulai kelihatan muka salting. Heuh tapi aku gak mau GR dulu.
Perlahan aku mendekat , dan perlahan juga dia mulai berkata
“git. Aku suka sama Cinta , saudara sepupumu”
*hah. Aku kaget. Mungkin sekarang lagu ini pantas sekali untuk perasaanku. Aku persembahkan hidupku untukmu, telah ku relakan hatiku padamu, namun kau masih bisu diam seribu bahasa, dan hati kecilku bicara. Baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan, kau buat remuk seluruh hatiku.*
“hmm, oh cinta. Dia emang baik kok. Dia cantik , pinter, dan ya emang dia pantas untukmu” ya ampun airmata ini serasa ingin keluar, ya ampun tahan gita tahan. Kamu harus dewasa, harus bisa tersenyum walau hati terluka, gpp munafik juga daripada dia jadi kasian sama aku. Hm
“hm, yaudah aku pulang duluan ya ndy, aku ada urusan dlu penting nih” aku langsung pergi meninggalkan fendy
(ternyata iya kayaknya gita suka sama aku, heuh lega deh udah bisa ngetes perasaan dia.)
Memang dia berfikir sepeti itu tapi tanpa dia sadari, hatiku terluka. Terluka sangat dalam.
Sampai di rumah, aku hanya bisa terdiam dan menangis, kenapa cerita sedih tentang persoalan cinta ini slalu ada di kehidupanku, dulu aku di tinggal oleh shemi, dan sekarang, aku udah mulai suka, sayang, cinta sama fendy, tapi apa balasannya? Dia suka sama saudara sepupuku sendiri, ingin rasanya ku membenci fendy dan sepupuku. Tapi sepupuku gak punya salah sama sekali, dan ingin rasanya membenci fendy, tapi sungguh rasa ku ini lebih besar daripada benciku terhadap dia. Arrgghh aku bingung, sedih campur aduk. Rasanya ingin kembali lagi ke singapua. Tapi untuk apa? Aku udah lulus. Dan aku di sini sudah mendapat pekerjaan. Heuuuhh.
Tangisanku terpecahkan oleh suara dering HP.
Rupanya Fendy memanggil. Tapi aku gak mau angkat telepon dari dia, aku riject aja, atau aku diamkan saja gak di angkat.
Seminggu kemudian, aku sudah mulai masuk kerja dan rupanya aku sekantor sama fendy. Ahh rasa sakitku ada lagi ketika melihat dia. Tapi kenapa dia melihatku tanpa ada rasa bersalah krna udah nyakitin aku, mungkin dia memang gak merasa telah menyakitiku, krna dia gakkan pernah tau perasaanku yang sesungguhnya kepada dia.
Ketika sudah jam pulang, fendy datang menghampiriku.
“gitt”
“apa?”
“kamu kenapa? Aku sms gak pernah bales, di telepon gak di angkat kenapa?”
“gk kenapa-kenapa. Eh iya kamu gmn sama cinta udah jadian?” sambil berjalan
“aku gak jadian sama cinta.”
“kenapa? Katanya suka”
“gak, aku sukanya sama kamu, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu”
“fendy? :/”
“iya sebenarnya seminggu yang lalu, aku itu berbohong, krna aku pengen tau apa kamu punya rasa sama aku atau nggak”
“terus?”
“ya aku tau jawabannya, kamu juga sama kan suka sama aku?”
“hmm”
“udah gak perlu di jawab, aku tau kok jawabannya. Kalau kamu itu cinta sama aku, sayang sama aku, iya kan?”
“iihh GR” haha
“haha gpp yang penting bener kan?”
“iya deh. Kamu emang kenal gitu sma cinta?” tanyaku
“nggak kenal. Haha aku Cuma tau dari temenmu aja, itupun Cuma tau namanya aja. Haha”
“heuuh dasarrr”
“haha. Maafin aku yaa. Sekarang kamu mau gak jadi pacar aku?”
“hhmm iya aku mau jadi pacarkamu”
(berpelukan)
Hubungan ini berjalan seperti coklat kadang manis kadang juga pahit, tapi kita masih tetap bertahan, saat harii anniversary yang ke 1tahun tiba, tepat saat itu hari sabtu. Yanglain pada libur kerja, tapi aku ada tugas yg belum terselesaikan. Jadi aku masuk kerja bersama rekanku Cuma dikit.
Sampai akhirnya tugaspun selesai dan kami bergegas pulang, tiba-tiba fendy menelpn katanya
“happy anniversary sayang. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu.”
“happy anniversary too sayang, aku pun begitu sayangg”
“hmm aku jemput kamu ya sekarang, ad kado istimewa buat kamu”
“apa sayang?”
“adaa ajaa”
“hhh bikin aku penasaran”
“yaudah makanya kamu tunggu disitu yaa”
“okee, jangan lama-lama. Hehehe”
“siaap sayang, byee”
“iya bye juga”
Lamaaa banget aku nunggu. Satujam, dua jam dan tiga jam. Ya ampun aku khawatir sama fendy. Kemana lama banget dia. Gak ada sms atau telepon lagi.
Pada saat itu aku sedang mendengarkan lagu agnes-rapuh.
Dengan lirik
“Belum sempat ku membagi kebahagiaanku
Belum sempat ku membuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan ‘tuk kesekian kali
Tuhan kumohon jangan lakukan itu
Reff :
Sebab ku sayang dia
Sebab ku kasihi dia
Sebab ku tak rela
Tak s’lalu bersama
Ku rapuh tanpa dia
Seperti kehilangan harap
Jikalau memang harus ku alami duka
Kuatkan hati ini menerimanya”
Tiba tiba fendy memanggil.
Aku langsung aja nyerocos ngomong “sayang, kamu kemana aja ih? Kok lama? Aku BT disini. Euh untung aja ada lagu kesukaanku menemani aku. Haha”
“gita ini aku Sinta, adiknya kak fendy, yg wktu itu pengen boneka angrybirds, tapi kak fendy lebih mementingkan untuk kaka”
“oh sinta, kak fendy nya kmana? Gak bawa hp gitu? Kaka udah lama nunggu kak fendy disini”
“kak fendy. Kak fendy” suara itu terdengar menangis
“kamu kenapa? Kenapa dngn kak fendy?”
“kak fendy meninggal, tdi di jalan dia agak ngebut ngendarai motornya sehingga dia mengalami kecelakaan yang fatal, dia membawa bneka angrybirds buat kaka, dan yang lebih istimewa kak fendy membawa cincin sepasang untuk pertunangan kalian.”
“hah?” aku kaget . Hpku terjatuh dengan sendirinya. Ya aku sedihh.
“ kamu kenapa gita?” tanya temanku mira yg dri tdi juga ada sedang menunggu supirnya menjemput
“miraa, fendy mir.”
“iya knpa dengan fendy? Kenapa kamu nangis? Bukankah skrg hubungan kalian genap satu tahun ya?”
“fendy mninggal”
“hahh?”
Aku pun menangis sejadi-jadinya sambil memeluk temanku itu.
Kamipun bergegas untuk menuju ke pemakaman fendy, di antar oleh supir pribadi mira.
Setelah pemakaman selesai, aku terus saja di kuburan fendy, aku masih gak rela. Kenapa fendy meninggalkan dunia ini sekarang, aku masih ingin terus bersama dia smpai nanti, aku sayang dia, aku cinta dia. Aku tak kuasa menahan tangisan ku dan akhirnya aku menangis sendiri di kuburan fendy, semua udah pada pulang tinggal aku yang diam sendiri disana.
Waktu terus bergulir, hingga waktunya udah jam 5sore, ada seorang cowok yang menemaniku, yaitu shemi mantan pacarku dulu.
Shemi terus membujuk aku untuk pulang, dan aku sekarang menuruti saran dia, akupun pulang.
Aku tak pernah berhenti menangis , krna masih belum rela untuk kehilangan dia.
Dan ketika aku udah mulai tegar dalam menerima ini semua, udah ikhlas menerima ini semua, shemi mulai dekat lagi denganku dan bercerita kalau pernikahan dia sama cewek pilihan mamahnya itu dia batalkan karena dia gak benarbenar cinta sama cewek itu, dan akhirnya dia menembakku kembali, dia mengajak aku berpacaran bahkan menikah.
Tapi jawabanku singkat
“belum waktunya”
Selesai

12/07/2012

Suamiku yang Tercinta

 Kisah Cinta yang Mengharukan: Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah…. semoga kisah nyata ini menjadi menyadarkan kita akan pelajaran hidup bagi kita semua.
***
Cinta itu butuh kesabaran… Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjad

i perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi.
Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya. Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku… Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku… Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku. Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”,
ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Lalu.. Ibu nya berbicara denganku … “Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya. Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab, ” Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi
barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”
“ Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita
menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas. “Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas. ”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku. Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya. Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku. Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3. Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku.. Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk. Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms. Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami. Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang. Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.
“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”. “Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas. “Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami. Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya. Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
“Sebenarnya

12/03/2012

Semesra Senja

 
Ranti masih termenung di pinggir danau. Keramaian lalu lalang mahasiswa dan kumpulan-kumpul an mereka yang berdiskusi di taman perpustakaan tak sekalipun mengusiknya. Bahkan hingga hari beranjak senja, dan kerumunan telah tergantikan oleh sepi……Ranti masih disana.

Alunan adzan maghrib Masjid Ukhuwah Islamiah menyadarkannya. Ranti harus pulang. Siang tadi ia hanya pamit pada m
ama untuk pergi sebentar ke kampus. Mama, ibu mertuanya mafhum bahwa Ranti masih butuh waktu. Entah sampai kapan tak ada yang mengerti. Toh ini masalah hati. Mama tak ingin mengusiknya sama sekali dan hanya mengingatkan bahwa ia harus pulang sebelum petang menjelang.

Ranti berdiri dengan enggan. Ditatapnya sekali lagi danau yang kehijauan itu. Sejak 2 jam yang lalu ia disana. Seperti setahun yang lalu, dua tahun yang lalu juga, namun sepertinya yang ia tunggu tak akan datang hari ini.
Agak terhuyung langkah Ranti berjalan menuju tempat parkir. Masih ada perih yang bergelayut di hatinya. Perih dan campuran rasa lain hingga air mata Ranti tumpah tanpa ia sadari. Setelah menutup pintu mobil ia pun membelokkan innova-nya ke halaman masjid. Banyak yang ingin ia sampaikan padaNya dan pastinya akan sampai juga pesannya pada Bang Noe.
“Ah, seakan baru kemarin Bang Noe datang dengan wajah berbinar untuk meminangku…” Pikirnya.

****
“Hei, pinjem bukunya ya?” Suara itu tiba-tiba mengagetkan Ranti yang terkantuk-kantu k sambil megang buku yang sebenarnya niat dibacanya tadi.
“Eh, o iya dok silakan” Ternyata dr. Nurrahman, dokter yang bertugas menjadi CI-nya 1minggu ini di UGD.
“Haduuuh, kalau ditanya macem-macem gimana nih? Belum selesai lagi belajarnya” Ranti mulai nggak nyaman, rasanya pengen kabur dan ijin ke toilet.
“Hmm … cedera kepala … manifestasi klinis?” Tiba-tiba si dokter bertanya sambil melihat ke arahnya. Kontan saja Ranti gugup. Meskipun killer tapi kan dia senior paling cakep disini hehehe.
“Eh…anu ….”
“Oooo…gak tahu? Tandanya bla…bla…bla….” Dengan runut dokter itu menjelaskan panjang lebar. Ranti hanya mengangguk-angg uk dan menuliskan rangkumannya di notes kecilnya. Begitu terjadi beberapa kali sampai-sampai Ranti bingung.
Ini dokter mau nanya atau hanya ngetes? Lha wong nanya tapi kok dijawab-jawab sendiri? Ranti bertanya dalam hati. Tapi memang Ranti juga salah karena saat ditanya malah bengong.
Setelah hampir lima pertanyaan dilontarkan dan dijawab sendiri, dokter itu mengembalikan bukunya.
“Ini saya kembalikan. Dibaca ya? Masak punya buku nggak tahu isinya? Hyaaaa…parah ni dokter. Ranti meledek dalam hati.
“Iya dok , makasih.“ Justru jadi Ranti yang berterimakasih.
Tapi dalam sepuluh menit tadi Ranti baru sadar kalau dokter itu memang cakep dan pintar. Dalam hati Ranti mentertawakan dirinya sendiri yang berpikir demikian.

“Oooiii Ran, waktunya bed side teaching, siapin kasusnya gih …………” Kata Yani teman satu kelompoknya.
“Oke…siapa nih nanti dokternya? Jam berapa jadinya janjian?“
“Katanya sih dr. Nurrahman… tapi maunya jam 01.00 pagi nanti. Mampus deh kita! Mana masuk tuh materi?” Kata Yanti sewot.
“Loh…kan ada dr. Sony?”
“dr. Sony gak mau kalau seniornya ada. Kan malam ini seniornya dr. Nurahman? Ayo ah siapin kasus dan materinya!”
“Oke. Hmm… gawat nih! Tapi… adepin nyante aja kali ya? hehehe”
“Nyante dari Hongkong? Dokter galak gitu …”
“Masak sih? Emang pernah marah-marah ? Seminggu ini kan dia adem-ayem ngajarin kita di kelas?”
“Kata kakak tingkat sih galaknya bukan marah-marah. Dia kan pinter? Jadi nggak seneng tuh kalau mahasiswanya juga gak pinter. Hehehe. Lagian jarang senyum. Cakep kalau nggak senyum kan ngurangin nilai ”
“Kan jadinya cool?”
“Cool ??? Nggak ah! Mengarah somse “
“Somse gitu banyak yg naksir ya?”
“Iya paling. Tapi belum nikah tuh? Siapa tahu bisa nyantol ma kamu.“
“Ih…emang jemuran pake nyantol? Hahaha.” Ranti hanya bercanda waktu itu. Tak disangka malaikat mencatat hal itu di buku agendanya dengan tulisan yang besar-besar buat Ranti.
****
Ting…tong…ting… tong…
“Aduuuh…siapa sih siang-siang begini datang? Mana mbok Sri belum pulang ngawal si mbah ke pasar.”
Dengan ogah Ranti membukakan pintu depan untuk tamu yang ia anggap mengganggu agenda tidur siangnya.
“Assalamualaiku m, benar ini rumah Pak Rahmat?” Sesosok tubuh jangkung berdiri di depan pintu. Ranti harus agak mendongak untuk melihat wajahnya.
“Wass… eh wa’alaikumusala m…” Ranti kaget melihat siapa orang itu. Ada apa dr. Nurrahman nyasar ke rumahnya siang-siang begini? Ranti jadi salah tingkah karena penampilannya masih a la mbok-mbok rumahan: celana kulot, kaos lengan panjang dan jilbab rumah. Benar-benar memalukan .
“Maaf, apa benar ini rumah Pak Rahmat?” Si tamu yang merasa dicuekin kembali bertanya.
“Eh….iya benar.” Gagap Ranti menjawab.
“Lalu apakah saya boleh masuk?” Tanya si tamu lagi.
“Oh…iya boleh….” Ranti langsung membukakan pintu dan menyilakan duduk. Setelah tugas basa basi selesai dengan sigap Ranti langsung ngacir atau lebih tepatnya kabur ke belakang.
“Terus ini gimana ….buatin teh atau kopi? Jus? Kalau dia gak suka teh gimana? Atau malah lebih suka jus? Atau ditawarin ya idelanya tadi? Halah…susah bener sih?” Ranti menimbang-nimba ng segala kemungkinan sambil merazia dapur mencari gelas dan semua peralatan yang penting untuk menyuguhi tamu.
Baru saja Ranti mengupas jeruk untuk membuat jus, tiba-tiba muncul keramaian dari ruangan depan.
“Loh…ini nak Nur anak Pak Tarjo to? Oalah Le ternyata sudah besar ?” Samar-samar suara mbah memecah keheningan.
“Ranti? Mana ini ya si Ranti? Masih kenal sama Ranti kaN? Dulu waktu masih sering kesini kan si Ranti masih SD? O ya! Dia sekolahnya sama kayak Nak Nur lho sekarang. Tinggal 2 tahun lagi lulus.”
“Eh… aduh maaf ya nak? Masak dibiarkan sendirian di sini dan gak dibuatin minum tho sama Ranti? Ayo cepet Sri buatin minum buat si Nur!” Mbah yang heboh sejak datang dan melihat dokter itu tambah heboh melihat kenyataan bahwa cucunya tega mentelantarkan dokter itu di ruang tamu sekian lama.
“Aduuuh…mbah kok lebay gitu sih…memangnya siapa dia?” Ranti mengeluh dalam hati.

Entah mengapa sejak saat itu si dokter kece tapi somse sering main ke rumah. Gaulnya? Sama siapa lagi kalau bukan sama Mbah. Ranti jarang menemani tapi meskipun begitu ternyata Ranti mulai menyadari kalau si dokter kece itu tidak somse tapi pinter dan keren sekali. “Bang Noe”, nama panggilan yang membuat Ranti jadi pengen tertawa ketika mengingatnya kembali sekarang. Dokter itu ternyata tak hanya ahli di bidang ilmu kedokteran tapi juga keren ketika menjelaskan hal-hal mengenai ilmu tanaman. Sangat nyambung dengan si mbah menggemari segala jenis tanaman hias. Kesan somse-nya juga hilang. Malah ternyata Bang Noe itu orangnya ramah dan lucu juga. Ranti bisa dapat tentor gratis jadinya jka demikian.

Sampai suatu hari tiba-tiba sms masuk dari Bang Noe.
“Abang bisa nanya sesuatu dek?”
Reply
“Oke, nanya apaan bang? Kardio, gastro atau uro? Ranti nyiapin bukunya dulu hehehe.”
“Nggak kok. Bukan itu. Bisa ketemu di kampus adek nggak? Nanti sore abang tunggu di danau depan perpus ya?”
Reply
“Oke…jam berapa? Ba’da ashar ya?“
“Oke”

***
Sore itu…
Bang Noe sudah ada disana. Duduk memandangi danau kehijauan yang tenang sendirian.
Ketika Ranti datang dia hanya menoleh sebentar kemudian menggeser duduknya. Memberi tempat untuk Ranti duduk di hijaunya rumput tepi danau.
“Dek…, abang sudah kenal baik dengan keluarga dek Ranti, keluarga abang juga, bolehkah… abang melamar dek Ranti?”

Ranti sedang duduk, tapi serasa melayang. Apakah yang didengarnya benar? Perlahan namun pasti Ranti mulai merasakan panas di pipinya. Tapi kalaupun memang dilamar apakah harus di tempat itu? “Nggak romantis banget “ Pikirnya. Lagi pula Ranti belum siap buat menjawab pertanyaan penting seperti ini tiba-tiba.

“Abang sadar ini mendadak. Gak perlu buru-buru dijawab dek. Abang ngerti dek Ranti butuh waktu untuk berpikir. Kalau dek Ranti tanya mengapa abang ngajak disini, lebih karena abang sangat suka tempat ini sejak kuliah dulu.
“Sudah 4 tahun yang lalu dan banyak yang berubah memang. Tapi… keindahan itu kita sendiri kan yang membuatnya? Meskipun segalanya berbeda, masih ada kenangan indah yang pernah kita buat sendiri disini. Bagaimanapun dia akan tetap indah…. Apalagi kalau sore begini tambah indah kan?
“Abang juga tahu adek selama kuliah juga senang duduk disini kan?” Tiba-tiba mata teduh itu menatap Ranti. Ranti merasakan sesuatu berdesir di hatinya. Entah apa namanya…. Ranti hanya menyadarinya.
Seakan tak butuh jawaban, Bang Noe melanjutkan.
“Abang harus pergi ke Afrika satu tahun ke depan untuk jadi relawan kemanusiaan. Sebenarnya abang sudah apply sejak setahun lalu. Tapi baru diumumkan kemarin. Setelah abang yakin akan mengajukan pertanyaan itu kepadamu, abang merasa ini harus ditanyakan sekarang. Abang yakin, ini pertanyaan yang penting untuk hidup abang selanjutnya.”
Ranti masih merasa shock untuk kedua kalinya. Masih tak tahu harus berkata apa.
“Abang tak berharap banyak. Mungkin tak adil meminta padamu sekarang dan sekaligus meninggalkanmu namun abang hanya merasa ini tak bisa ditunda lagi.”
“Lalu…, apa yang jadi keinginan abang selanjutnya? “ Ranti akhirnya sanggup bertanya meskipun merasa suaranya bergetar dan tenggorokan tercekat.
“Tunggu abang kalau adek bersedia…. Setahun memang waktu yang lama, tapi abang merasa inilah hal yang bisa abang lakukan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebagai dokter.”
Ranti tak sanggup berkata apa-apa lagi. Seakan mulutnya terkunci….
“Dek Ranti juga masih kuliah setahun lagi kan sebelum lulus? Jika dek Ranti bersedia, abang tak memaksa bila harapan abang tak jadi kenyataan….”
Ranti… tak pernah tahu apa artinya cinta. Bahkan Ranti tak pernah mengejanya selain untuk mama dan papa. Ranti juga tak tahu apa yang dirasakannya pada lelaki yang duduk disampingnya kini. Hanya saja Ranti tak punya kata tidak untuk menolaknya.

Suatu masa akan datang seseorang yang kau tak kuasa menolaknya memasuki hatimu. Dia datang bersama angin, dia datang bersama mimpi, dia datang bersama keresahan, dalam kecemasan, dalam teka-teki, dan dalam rindu yang tak tertahan.
Kau bahkan tak perlu mengeja kata cinta terlalu rumit, karena ia sangat sederhana.
Tak perlu ia dieja, karena ia memasuki tiap jengkal aliran darah kita, seketika terucap tanpa perlu daya upaya, dan ketika takdir cinta memilihmu, bahkan kau tak punya kosa kata “tidak” untuk menolaknya…..

Mereka masih duduk disana tanpa kata hingga adzan maghrib berkumandang. Dan senja itu entah mengapa seperti Surga di pelupuk mata Ranti yang berkaca-kaca sedari tadi…
***
Satu tahun Bang Noe di Afrika, hanya sebulan sekali mengirim kabar. Disana akses internet sangat sulit.
Masih hitungan bulan sebelum waktu Bang Noe pulang, tiba-tiba email yang Ranti terima siang itu membawa kabar buruk.
“Abang terpaksa pulang cepet dek. Ada kelainan di jantung abang dan sepertinya hanya bisa diatasi dengan operasi. Paling cepat dua minggu lagi abang tiba di Jakarta”
Dalam dua minggu Ranti gelisah hingga pesawat Bang Noe membawanya pulang tiba. Ranti tak percaya, Bang Noe sangat berubah, bertambah kurus, wajahnya makin tirus, tapi mata itu tidak berubah, Bang Noe tetap Bang Noe yang dulu. Yang selalu bisa membuat sudut hati Ranti bergetar …
Dokter di Jakarta mendiagnosa dua katup mitral jantung Bang Noe sudah tak tertolong. Ketika di Afrika masih terdeteksi hanya satu katup rusak dan operasi pergantian katup bisa bisa menolongnya. Bisa dengan katup mekanik atau katup alami dari babi. Tentu saja pilihan pertama yang dipilih Bang Noe. Ranti menunggu semua proses yang dijalani Bang Noe dengan selaksa doa yang melangit di sepanjang waktu. Yang ada hanya harapan agar semua baik-baik saja.
Operasi berhasil, keadaan Bang Noe lebih baik. Setelah beberapa bulan pemulihan dan nasehat dokter tentang apa yang do n don’t, Bang Noe hampir kembali pulih seperti dulu. Beberapa hal yang berubah adalah Bang Noe labih banyak termenung. Namun cahaya matanya masih seperti pertama kali Ranti melihat. Bang Noe masih semangat dan dia tak putus asa meskipun katup jantungnya tak lagi sekuat yang Allah berikan di waktu menciptakannya.
Mereka masih sering menghabiskan waktu sore di danau, melihat riak lembut air danau yang hijau dan sesekali menikmati gerimis dan hujan disana. Ranti sesekali membantu praktik pribadi Bang Noe di klinik. Memastikan Bang Noe tidak terlalu lelah dan berpikir keras yang akan membahayakan jantungnya.
Ini tahun kedua setelah Bang Noe melamarnya dulu dan entah mengapa kondisi Bang Noe semakin melemah. Sering kali Bang Noe jatuh pingsan atau tiba-tiba berhalusinasi melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Pernah suatu ketika Bang Noe datang dengan taksi dari sebuah seminar di hotel dalam keadaan pingsan. Ternyata kata sopir taksi Bang Noe tiba-tiba masuk dan mengangsurkan KTP-nya agar diantar ke alamat yang ada di KTP sementara mobilnya ia tinggal di hotel. Ketika sadar Bang Noe bahkan tak ingat apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Keluarga dan Ranti kini semakin ketat menjaga dan menemani kemanapun Bang Noe pergi. Dokter yang memeriksa memastikan bahwa Bang Noe tak boleh sekalipun dibebani dengan pekerjaan dan pikiran berat. Sesuatu yang semua tahu tak bisa dilakukan Bang Noe.
Hingga pada suatu hari…
“Dek, bisa tunggu abang di danau? Jam biasa ya?“ sms Bang Noe.
“Iya bang, Ranti tunggu abang disana” message sending.
Tak lama Ranti menunggu, Bang Noe datang dengan wajah tak seperti biasanya. Tubuh itu memang lebih kurus, tapi… biasanya wajah itu tetap tersenyum.
Pelan Bang Noe duduk disamping Ranti dan tak berkata apapun. Ranti menahan diri untuk tak bertanya. Ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan Bang Noe namun Ranti tak mau menebak tentang apa.
“Tik..tik…” suara degup jantung mekanik Bang Noe mengisi kesenyapan antara mereka berdua, ya….katup jantung itu menemani Bang Noe hampir setahun ini.
“Dek… Abang merasa… abang tak akan mampu bertahan lebih lama” suara Bang Noe memang pelan ketika mengucapkannya namun bagi Ranti lebih mengagetkan dari halilintar terkeras sekalipun.
“Abang jangan pernah berpikir seperti itu.”
“Abang juga dokter dek… abang tahu ini tak akan bertahan lama. Abang sering merasa dia tak mampu….”
“Abang memang dokter tapi bukan Tuhan” Kalimat Ranti mengeras.
“Memang bukan… tapi abang mengerti kondisi abang.”
“Itu bukan alasan untuk abang membuat Ranti menangis” kini Ranti tak bisa menahan diri. Ditatapnya Bang Noe namun lelaki itu tak bergeming. Masih lurus menatap permukaan danau yang tenang.
“Abang tau, banyak hal yang tersia-sia dan harusnya dek Ranti memperoleh yang lebih baik” kata-kata Bang Noe selanjtnya amat memukul Ranti.
“Bang… Ranti memang nggak akan pernah bisa mengukur cinta dan setia. Tapi Ranti rela duduk dan menemani abang sampai kapanpun. Ranti ingin mendampingi abang hingga akhir nanti. Kalaupun abang jadi pergi, setidaknya ada Ranti disana menemani” pelan kalimat itu terucap dari bibir Ranti.
“Abang tak bisa, lebih baik kita berhenti disini”
“Ranti menolak! Ranti ingin Bang Noe menikahi Ranti secepatnya “ entah mengapa Ranti punya keberanian membentak Bang Noe, dan sekali ini berhasil membuat Bang Noe tersentak dan memandangnya tajam.
“Jangan bodoh, aku tahu sifat wanita! Aku tak ingin membuatmu bersedih dan menderita.”
“Tau apa abang tentang menderita? Yang Ranti tahu, Ranti ingin selalu bersama abang, gak peduli apapun yang terjadi pada abang” Ranti mengucapkannya dengan tegas. Biar Bang Noe tahu, Ranti benar-benar mengucapkannya dengan kesungguhan.
Bang Noe hanya memandangnya kemudian bertanya “apakah Ranti siap menghadapi apapun?”
“Iya! Ranti siap! Dan Ranti tahu konsekuensinya. ”

Dan bahkan engkau tak perlu mengucapkan cinta dalam bahasa yang begitu rupa
Karena hati telah sama-sama mengerti…
Apa yang diinginkannya….

Satu bulan kemudian, pernikahan mereka berlangsung dengan mewah. Sebenarnya Ranti ingin ini sederhana namun kedua orang tua mereka punya banyak kolega. Ya… bagaimana lagi? Bukankah agar semua sama-sama bahagia?
Bulan pertama bagi Ranti adalah waktu yang sangat sempurna. Melayani Bang Noe sebagai istri, menyiapkan makan untuknya, menyediakan baju yang akan dipakainya…. Sungguh dia merasa ini kebahagiaan yang paling membahagiakan. Meskipun tinggal dengan orang tua Bang Noe Ranti tak ada masalah sedikitpun. Mereka tak ada bedanya dengan ayah dan bundanya. Toh bersama Bang Noe segala hal yang ada hanyalah keindahan.
Hingga di usia dua bulan pernikahan mereka Bang Noe tiba-tiba pingsan ketika mau berangkat ke klinik. Sejak saat itu Bang Noe tak sadarkan diri. Dokter menyatakan ada bakteri yang menyerang jantungnya dan jantung itu tak lagi sanggup membantu Bang Noe bertahan.
Sudah seminggu Bang Noe koma. Ranti dengan setia menunggui dan tak beranjak dari sisinya. Sering kali Ranti bicara dan mengajaknya bercanda meskipun tak ada respon. Ranti paham Bang Noe mengerti disana. Entah dimana…. Bang Noe pasti mendengarkan ceritanya seperti biasa.
Sampai suatu ketika Ranti tiba-tiba jatuh pingsan. Dokter yang memeriksanya kemudian memberikan kabar yang tak pernah disangka akan dia dengar. Di dalam rahimnya telah tumbuh janin berumur 6 minggu. Ranti tak tahu harus bagaimana. Dalam ingatannya tiba-tiba terlintas saat dimana Bang Noe memegang tangannya waktu itu. Di malam pertama mereka.
“Dek…terima kasih telah bersedia menjadi bidadari abang. Abang hanya ingin meminta satu hal kalau adek bersedia. Sampai kondisi abang siap, bisakah kita menunda dulu untuk punya momongan?”
“Ah… Bang Noe maafin Ranti ya? Tapi Ranti yakin Bang Noe juga senang. bukankah ini anugerah Allah buat kita?” pelan Ranti membisikkan kabar gembira itu di telinga Bang Noe. Berharap ada senyum dari bibirnya yang tertutup masker.

Begitulah pembicaraan mereka kini tak lagi berdua, namun bertiga. Melibatkan janin dalam rahim Ranti. Ranti ingin Bang Noe juga bahagia seperti Ranti dengan calon anak mereka.
Allah menulis garis takdir manusia dengan sangat adil
Tak ada yang cela
Sikap manusia ketika menerimanya yang membuat takdir itu menjadi tak lagi sempurna
Hingga ia kadang dinilai jelek dan hina
Namun… jika kau memahami, bahwa Allah tak pernah membiarkan setetespun air mata mengalir tanpa arti, maka Dia akan memberimu damai yang tak ada batasnya….
Seminggu setelah kabar itu, Bang Noe pulang….
Pulang menuju pelukanNya….
Calon bayi mereka pun akhirnya juga tak bisa dipertahankan. Ranti terlalu lemah dan payah hingga tak sanggup memilikinya hingga ia lahir ke dunia.
Ranti bahkan telah kehabisan air mata ketika mengiringi Bang Noe dengan lantunan doa. Justru sahabat, kerabat dan sanak saudara yang tak kuasa membendung air mata kesedihan mereka ketika melihat betapa tabahnya Ranti menghadapi itu semua. Mungkin Allah lebih sayang kepada Bang Noe dan anak mereka yang entah belum punya nama sehingga memanggil mereka lebih dulu untuk kemudian menunggu Ranti. Ya… menunggu Ranti di Surga ….
********
Ranti merasa tak ada yang mengurangi kebahagiaanya sedikitpun. Ia hanya ingin benar-benar memahami mengapa jalan ini memilihnya sebagai aktris utamanya. Ia bahagia telah mengenal Bang Noe, ia bahagia telah menemani Bang Noe dalam ikatan suci meski hanya tiga bulan dan bahkan ia tetap bahagia meskipun kini tak ada lagi Bang Noe disampingnya.

Hmmm… bahagia itu dekat dan ada dalam tiap hati yang bersyukur.

Ranti tersenyum penuh arti. Berada di danau itu, menyesapi tiap detiknya, Ranti tahu bahwa rasa bahagia itu tidak akan berubah meskipun apa yang ada disekitarnya berubah.

Itulah mengapa ketika mama menyuruhnya menikah lagi Ranti masih belum bisa. Tidak hanya karena belum bisa melupakan Bang Noe yang tak akan dilupakannya karena dengan sekarang ini pun Ranti sudah bahagia …
Bukankah bahagia tak hanya diukur dengan status pernikahan saja

12/02/2012

Dampingilah Aku Selamanya



Di sebuah rumah sederhana yang asri
tinggal sepasang suami istri yang

sudah memasuki usia senja. Pasangan
ini dikaruniai dua orang anak yang
telah dewasa dan memiliki kehidupan
sendiri yang mapan. Sang suami
merupakan seorang pensiunan
sedangkan istrinya seorang ibu rumah
tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap
tinggal dirumah mereka menolak ketika
putra-putri mereka menawarkan untuk
ikut pindah bersama mereka. Jadilah
mereka, sepasang suami istri yang
hampir renta itu menghabiskan waktu
mereka yang tersisa dirumah yang
telah menjadi saksi berjuta peristiwa
dalam keluarga itu. Suatu senjaba’da
Isya disebuah mesjid tak jauh dari
rumah mereka, sang istri tidak
menemukan sandal yang tadi
dikenakannya kemesjid tadi. Saat sibuk
mencari, suaminya datang
menghampiri
“Kenapa Bu?” Istrinya menoleh sambil
menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu
Pa”. “Ya udah pakai ini saja” kata
suaminya sambil menyodorkan sandal
yang dipakainya. walau agak ragu sang
istri tetap memakai sandal itu dengan
berat hati. Menuruti perkataan
suaminya adalah kebiasaannya. Jarang
sekali ia membantah apa yang
dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang
suami mengeratkan genggaman pada
tangan istrinya.
“Bagaimanapun usahaku untuk
berterimakasih pada kaki istriku yang
telah menopang hidupku selama
puluhan tahun itu, takkan pernah
setimpal terhadap apa yang telah
dilakukannya. Kaki yang selalu berlari
kecil membukakan pintu untuk-ku saat
aku pulang, kaki yang telah mengantar
anak-anakku ke sekolah tanpa kenal
lelah, serta kaki yang menyusuri
berbagai tempat mencari berbagai
kebutuhanku dan anak-anakku”.
Sang istri memandang suaminya sambil
tersenyum dengan tulus dan
merekapun mengarahkan langkah
menuju rumah tempat bahagia
bersama….Karena usia yang telah
lanjut dan penyakit diabetes yang
dideritanya, sang istri mulai mangalami
gangguan penglihatan. Saat ia
kesulitan merapikan kukunya, sang
suami dengan lembut mengambil
gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu dalam
genggamannya mulai dirapikan dan
setelah selesai sang suami mencium
jari-jari itu dengan lembut dan
bergumam “Terimakasih”.
“Tidak, Ibu yang terimakasih sama
Bapak, telah membantu memotong
kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.
“Terimakasih untuk semua pekerjaan
luar biasa yang belum tentu sanggup
aku lakukan. Aku takjub betapa luar
biasanya Ibu. Aku tau semua takkan
terbalas sampai kapanpun” kata
suaminya tulus.
Dua titik bening menggantung disudut
mata sang istri “Bapak kok bicara
begitu?
Ibu senang atas semuanya Pa, apa
yang telah kita lalui bersama adalah
luar biasa.
Ibu selalu bersyukur atas semua yang
dilimpahkan pada keluarga kita, baik
ataupun buruk. Semuanya dapat kita
hadapi bersama. Hari Jum’at yang cerah
setelah beberapa hari hujan. Siang itu
sang suami bersiap hendak
menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia
menoleh sekali lagi pada sang istri
menatap tepat pada matanya sebelum
akhirnya melangkah pergi. Tak ada
tanda yang tak biasa di mata dan
perasaan sang istri hingga saat
beberapa orang mengetuk pintu
membawa kabar yang tak pernah
diduganya.
Ternyata siang itu sang suami tercinta
telah menyelesaikan perjalanannya di
dunia. Ia telah pulang menghadap
sang penciptanya ketika sedang
menjalankan ibadah Shalat Jum’at,
tepatnya saat duduk membaca Tahyat
terakhir. Masih dalam posisi duduk
sempurna dengan telunjuk kearah
Kiblat, ia menghadap Yang Maha
Kuasa.
“Subhanallah sungguh akhir
perjalanan yang indah” gumam para
jama’ah setelah menyadari kalau dia
telah tiada. Sang istri terbayang
tatapan terakhir suaminya saat mau
berangkat kemesjid.
Terselip tanya dalam hatinya,
mungkinkah itu sebagai tanda
perpisahan pengganti ucapan selamat
tinggal. Ataukah suaminya khawatir
meninggalkannya sendiri didunia ini.
Ada gundah menggelayut dihati sang
istri. Walau masih ada anak-anak yang
akan mengurusnya, Tapi kehilangan
suami yang telah didampinginya
selama puluhan tahun cukup
membuatnya terguncang. Namun ia
tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan
dihatinya yang bisa menghambat
perjalanan sang suami menghadap
Sang Khalik.
Dalam do’a dia selalu memohon
kekuatan agar dapat bertahan dan juga
memohon agar suaminya ditempatkan
pada tempat yang layak. Tak lama
setelah kepergian suaminya, sang istri
bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah sang suami
menghampiri istrinya dan menyisir
rambut sang istri dengan lembut. “Apa
yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya
senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan
melakukan perjalanan panjang. Bapak
tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah
kehidupan didunia berakhir, Bapak
selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih
pendamping Bapak bingung, kemudian
bilang pendampingnya tertinggal,
Bapakpun mohon izin untuk
menjemput Ibu.”
Istrinya menangis sebelum akhirnya
berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi
Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu
takut sekali tinggal sendiri. Kalau ada
kesempatan mendampingi Bapak sekali
lagi dan untuk selamanya tentu saja
tidak akan Ibu sia-siakan. Sang istri
mengakhiri tangisannya dan
menggantinya dengan senyuman.
Senyuman indah dalam tidur panjang
selamanya….

KISAH NYATA MENGHARUKAN YAKIN MEWEK KALAU BACA


 
Pengalaman Ane Pacaran Sama PSK,1 Cinta 2 Dunia Sejuta Memori :mewek
Wajib Membacanya INILAH INDONESIA
JIKA BERMANFAAT SILAHKAN DILIKE, DICOMMENT DAN DISHARE supaya teman-temanmu bisa baca juga (sumber dibawah)..

Assalamualaikum gan sebelumnya di dulu ya gan ane mau sdikit share pengalaman ane nih ..
yang pasti ada hubungannya sama judul ini bukan karangan ane gan,ini real cerita pribadi ane . langsung aja ya gan?lumayan panjang,tapi disimak dulu gan,BACA DULU JANGAN LANGSUNG JUDGE ANE MACAM MACAM . INI BUKAN AIB,TAPI INI ADALAH SEBENTUK KEBERANIAN ANE UNTUK BERBAGI CERITA KE SESAMA KASKUSER DENGAN HARAPAN BISA DIAMBIL HIKMAH SERTA PEMBELAJARAN HIDUP YANG LEBIH BAIK
Bismillah .
Cerita ini awalnya waktu ane masih duduk di bangku SMA kelas III gan,setahun lalu .. jadi tu waktu malam minggu (lupa tanggal brapa) ane jalan bedua temen ane yg inisialnya J,cowo.. (bukannya MAHO gan tapi emang JOMBLO).
pertama sih kliling2 aja gan .. nah skitar jam 11,gak tau knapa temen ane ini ngajak ane ke tempat prostitusi . mungkin kalo yang di sekitaran kota bla bla bla (nama kota ane sensor ya gan,gak enak hehe) udah gak asing ama yg namanya bla bla bla (hehe gaje)
sumpah gan ane gak ada maksud mau main ama cewe2 disana gan,gak ada niat sama skali .. ane sih cuma pengen nemenin temen ane ini aja skalian cuci mata,yaudah ngikut aja hehe ..
udah nyampe tuh,udah masuk komplek nya . jeng jeng jeng ..... PSK disana yg ngeliat body ane tinggi,lumayan cakep ,putih,yaudah deh agan tau lah pasti lgsg di goda godain
''sama aku aja!''
''jangan itu kudisan sama aku aja!''
''eyy ganteng sini dong!'' , dll ..
ane terus aja ngikutin temen ane ini gan,trus dia brenti di satu rumah,ktanya dalam rumah itu cewe nya cantik2 .. yaudah ane suruh dia cepetan masuk,ane nunggu diluar,sambil duduk dikursi .. bete juga sih gan,ane nunggu nya sambil main hape aja jadi (ane gak ngrokok gan,mkanya gak ngrokok sambil nunggu temen..)
naah skitar 5mnitan ane nunggu,ada tuh gan satu PSK nyamperin ane?lumayan cantik sih gan untuk 'ukuran psk' .. gini percakapan kita waktu itu,
TS=TS , PSK=E (inisial)

TS (senyum2 ..)
E ,''ni (sambil nyodorin rokok)''
TS ,''duh aku gak ngrokok hehe..''
E ,''yah laki kok gak ngrokok..situ gak main mas?sama aku aja?
yang didalem ini (sambil nunjuk rumah tempat temen ane main) biasanya lama tuh,longtime..aku lagi butuh uang juga ni..''
TS ,''ah enggak,aku nemenin temen doang..loh emang kamu sepi malam ini?gak ada pelanggan?kan kamu cantik?''
E (sambil ngrokok gan) ,''aku lagi ada masalah.''
TS ,''masalah apaan?''
E ,''perlu situ tau?''
TS ,''oh hehe maaf..''
*hening skitar 5 menit*
E (rokoknya habis gan) ,''kyaknya kamu gak brengsek ya?''
TS ,''hah maksudnya?''
E ,''kan smua cowo brengsek?cuma kamu aja dateng ksini gak mau ngeluarin (maaf gan) lendir''
TS ,''hehe bisa aja..tapi gak smua cowo loh gitu,di luaran sana juga bnyak cowo baek2..
iya takut aja,dosa..belum lagi klo kena penyakit apaaa gitu..maaf ya klo trsinggung hehe..''
E ,''ngpain minta maaf,emang bener kok.''
TS ,''ehm..nama kamu siapa?''
E ,''E**,nama panggilan aku dsini .. tp klo nama asli E***** . kamu?''
TS ,''aku R***(nama disamarkan) .. oh salam kenal ya .. ehmm .. kalo boleh tau kamu ada masalah apa sih ampe gak ada pelanggan?
crita aja aku gak ember kok mulutnya...''
*obrolan smakin asyik gan abis kenalan*
E ,''gpp males aja crita..yg jelas aku lg butuh uang skarang''
TS ,''buat?''
E ,''buat ibu aku,di perutnya ada kyak benjolan gitu..sbulan yg lalu sih udah dibawa ke puskesmas,diagnosa nya smacam tumor kecil..disuruh cepet2 operasi ke RSU..tapi yagitudeh,aku blom punya uang,mana job aku udah sepi lagi hufftt...''
Subhanallah gan,ane sempat speechless .. disitu mata ane berkaca-kaca banget kirain duitnya buat apa ? ternyata ....

TS ,''yah knapa gak bilang dritadi?aku sih mau aja bantu,tapi skarang aku gak pegang uang?uang aku dirumah..''
E ,''capedeee gak usah ngomong''
TS ,''hehe..emang biayanya brapa?''
E ,''2 stengah jeti bo..tp uang aku ada sjuta doang masih,2 minggu ini aku kumpulin dikit2..''
TS ,''kurang 1,5 ya?ehmm gini aja,kamu ada nomer hape?''
E ,''ada,buat apa?''
TS ,''ya besok aku ksini lagi,1,5 aku kasih kekamu..''
E ,''beneran?tapi gak usah disini,kita janjian di tempat luar aja.''
TS ,''okelah .. berapa?''

yaudah gan disitu kita tukeran nocan,trus sdikit2 ngobrol .. trus gak lama temen ane kluar sambil benerin bajunya .. lehernya kyak abis digigit drakula gan trus ane sempet liat cewe nya gan,beeuuuhhh IGO banget gan trnyata itu komplek untuk yg umurnya dibawah 20 an gan kata temen ane .. tapi ane tetep istighfar
........
tibalah hari esok gan,jujur nih gan ! duit ane dirumah cuma 900rb,jadi 600rb ane bobol tabungan ane di ATM gan trus skitar jam 3 siang ane sms dia gan,tapi katanya besok aja soalnya lagi ada arisan PSK tu komplek nah besoknya nih gan,si E sms ane untuk ketemuan di salah satu cafe gan..yaudah kita ktemuan....ngobrol2 dikit,sambil ane traktir makan,ane ajak jalan2,pkoknya sharian lah ma dia.abis itu ane bawa dia ke pantai 'bla bla bla'.duduk2 sbentar nikmatin angin sepoi2,trus ane kasih deh uang itu gan .. dan ane gak nyangka,dia langsung meluk ane sambil ngucap trimakasih gan !!! dr suaranya dia kyaknya mau nangis gitu
wah bulu kuduk ane sempet bdiri sih gan dipeluk,soalnya bru kali itu yg meluk ane 'bukan cewe biasa' yaudah ane peluk balik deh gan,sambil ane ngucapin,''iya sama2..aku ikhlas kok bantu ibu kamu..gak usah kamu ganti..''
......
dan disitu dia ngungkapin smuanya gan..dulu dia waktu SMP pernah diperkos* sama bapak tirinya ! kalo badannya gak gede aja udah ane tabok tu ! tapi sayang badan bapak tirinya gede gan,trus tato an

E ,''dulu sbelum aku kerja kyak gini,aku punya pacar..sama2 satu skolah .. dari skian cowo yg ngejar aku,cuma dia yg aku terima..
tapi yagitudeh laki2,rata2 pacaran nyari SE* doang!makanya aku males ama yg namanya cinta cinta,bulshit..''
TS ,''ya tapi gak smua cowo gitu kali..''
E ,''pastinya,contohnya kyak yg disamping aku.''
TS (ane sempet lama loadingnya gan,dan sadar trnyata itu ane,yaudah ane ketawa..)
E ,''iss aneh ketawa..emang bener..kamu orangnya baik di mata aku..andaikan kamu mau jadi pendamping aku,senengnya hati ini haha..tapi gak mungkin lah.''
TS ,''kok gak mungkin?kalo aku mau?''
E ,''haha dasar goblo* (noyor kpala ane),ngapain kamu mau jadi pacar nya cewe kotor trus bau lendi* kyak aku gini?''
TS ,''hus kmu jgn gmong kyak gitu lg..gak ada kata trlambat loh untuk bersihin hati kamu..aku suka cewe yang apa adanya kok..''

bla bla bla bla yaudah ane nyatakan cinta ke E gan,disitu kita jadian deh
besoknya,ane nemenin dia ke RSU 'bla bla bla' untuk operasi ibu nya gan..hampir 4 jam tu..jreng,udah slesai,lega dah..ibunya ngucapin banyak2 trimakasih ke ane sambil nangis gan..ane jadi emosional banget disitu agan mau tau gak ? di RSU itu bapak tiri nya E nyamperin ane,mau ngmong 4 mata katanya .. ane sempet takut gan ternyata apa ?
BT (bapak tiri),''om bisa ndak minjem duit kamu,500rb aja..tapi jgn bilang2 ke E**..si E** udah ndak ngasih om uang bbp hari ini..''
TS ,''buat apa om?kan biaya RS nya ibu sudah aku bayar?''
BT ,''mau bayar utang ke teman.ya kalau nda bisa ya nda papa,tapi jgn coba2 nemuin E** lagi..''
mau gak mau ane ke ATM lagi gan ngambil duit itu bukan untuk bayar utang gan,tapi untuk main judi paling
.......
skitar 2 minggu hubungan ane sama E berjalan gan,lancar2 aja tuh tapi hampir tiap malam ane mewek gan sbenarnya ada satu rahasia yang E rahasiain ke ane gan,padahal sbenernya ane udah tau udah 3 minggu,biaya khidupannya+kluarga nya ane yg biayain gan,soalnya E udah mau berenti kerja gituan dia juga udah ane suruh sering2 sholat gan
ktakutan ane makin besar gan.....badannya makin kurus....cekungan mata nya makin kliatan sbenernya E kena penyakit kelamin gan

*FLASHBACK*
waktu malam pertama ane kenal sama E,besoknya ane nyoba2 ke komplek itu lagi gan,ane penasaran banget masa PSK scantik E ini gak ada pelanggannya lagi ?? yaudah ane nyoba tanya ke Desi (nama sbenarnya),Desi ini yang maen ama temen ane malam itu .. ane kasih dia 100rb gan,trus dia ungkapin smuanya percakapan kita kira2 gini gan :

TS ,''si E** itu ada masalah apaan sih kok tadi malam gak ada pelanggannya?setau aku penghuni disini tiap malam pasti ada yg booking deh walau cuma 1..''
Desi ,''kamu siapa nya E**?''
TS ,''aku temennya doang..''
Desi ,''ooh..yagitu deh,kena penyakit..kasian tu anak..mkanya pelanggan pada lari smua,takut ktularan..''
TS ,''hah?(muka kaget)maksudnya penyakit apaan??''
Desi ,''iyaa dia itu positif kena Sifilis..sbenernya sih bisa aja dia konsumsi *****ilin G dari RS,tapi uangnya dia kumpulin buat biaya kanker ibunya..itu aja ibu nya masih gak bisa bangun..''
TS (coba tegar),''oh gitu..ehmm..E** masih bisa sembuh tapi kan?''
Desi ,''kata dokter di puskesmas udah kecil kmungkinan deh,soalnya virus nya udah menjalar tu..kapan itu dia meriksa minta temenin aku,makanya aku tau..''
TS ,''oh gitu..yaudah makasih ya infonya?aku mau pulang..''
Desi ,''gak minum dulu?''
TS ,''enggak,mau pulang aja..aku pulang dulu ya?''
.....
Di jalan,sumpah ane speechless banget gan .. ane mau nangis banget dengernya .. disitu ane bertekad untuk jaga dia sampe pnyakit dia sembuh gan .. gak tau knapa tiba2 ane jadi sayang sama E,gak kyak cowo laen malah lari stelah tau dia kena pnyakit .... bego gak sih ane ini gan ???
.................
.................
trus ane ngliat dia makin lemah gitu,ane gak kuat gan ... ane bawa dia ke RS .. yagitulah,vonis dokter dia kena sifilis akut,soalnya neurosifilis nya udah nyebar ke sel2 badannya,dan lama klamaan bikin badan dia lumpuh .. ane sih gak kaget .. cuma dia nya minta maaf ke ane soalnya gak ngasih tau .. jadi ya ane bilang aja klo ane udah tau dari desi,dan ane sayang ma dia,dia penyakitan atau apalah ane tetep sayang ma dia .. dia nya lgsung nangis gan meluk ane
hampir sminggu dirawat di RS,ane tetep jagain dia gan .. bayangin gan,abis ane UN,ane gak lgsung pulang kerumah gan,tp lgsung ke RS buat jenguk dia .. UN pun ane gak konsen gan,tp alhamdulilah aja lulus
dan akhirnya gan ........... tepatnya tanggal 30 April 2010,E hembuskan nafas trakhirnya gan,di RSU tempat dia dirawat,skitar jam 4 sore klo gak salah .....
disitu ada bapak nya,ibu nya,temen2 'satu komplek' nya,dan tentunya ada ane .. ane nangis gan disitu .. ane udah nyangka pasti akhirnya bgini
makanya ane mau bahagiain dia di saat trakhir2 hidup dia gan kyak janji ane pertama ........ dia gak di makamkan di kota itu gan,tapi dibawa ke kota 'bla bla bla',kampung halamannya .. biaya perjalanannya ane yg tanggung gan,ibu nya sama 2 orang temennya E satu komplek mbawa ksana,bapak tiri nya kagak ikut .. ane gak bisa ikut gan,soalnya lg sibuk2 nya tes SNMPTN waktu itu ane kasian ama ibu nya,ane kasih uang saku juga slama di perjalanan ..... ibunya udah gak bisa tinggal di 'rumah dinas' itu lagi gan,dia mau ninggalin suami nya itu,makanya dia balik ke kampung halamannya,tempat keluarganya disana..(kabar trakhir yg ane tau,ibu almh. jualan nasi bungkus di sana gan..)
.....
Semua kenangan tentang dia udah ane hapusin gan,yang tersisa cuma surat dari dia,kalung kesayangannya (skarang ane yg pake),foto dia di dompet ane,sama cincin .. ini gan penampakannya :
Spoiler for penampakan:


(maaf gan foto ane blur dikit..)
surat itu dia titip ke Desi gan,katanya kalo dia dah mninggal,tolong kasih ke ane .. kalo cincin ma kalung ane ambil pas dia udah mninggal gan,ane ijin ke mama nya..kalo foto emang udah lama ane minta dari dia ..
pertama ane ngliat suratnya,surat itu kyak ada bekas titik titik air mata nya gan...dan ini dia nulisnya sbelum masuk RS
isi suratnya gan :
Spoiler for isi surat:
To : My Lovely .....

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping aku
selama ini...makasih juga udah mau jadi malaikat
penyelamat untuk ibu aku...
Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,
aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalin
aku,yakin banget makanya aku ngerahasiain
ini semua...maaf ya?
Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin
,kamu mau terima aku apa adanya..
Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,
tapi kamu tetep mau deket ma aku
Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia
ini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuan
yang lebih baik dari aku..kamu orang baik,harus
punya pendamping yang baik juga :')
Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotor
gitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisa
runtuh ama yang namanya perempuan.
Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada di
hati kamu kan?janji?aku akan slalu disamping
kamu,aku akan jaga kamu.......Maaf andai
slama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*
Goodbye.......

Your Lovely Bitch,Eva.

Pesan Moral Dari Ane Gan....
Spoiler for Pesan:
gan..kupu kupu malam juga manusia gan..jangan judge mreka macam2..mreka juga pasti gak mau kerja kyak gitu..tapi karna himpitan ekonomi yang bikin mreka begitu..agan jangan merasa jijik dengan mereka..sayangi mereka gan,bantu mereka supaya kembali ke jalan yang benar..agan mungkin ngeliat mereka senyum2 jalanin pekerjaan mereka..tapi siapa yang tau isi hati mereka gan?siapa yang tau kalau mereka sendirian di kamar sambil nangis ngerenungin hidup mereka?tahukah agan bahwa Mereka Tersenyum Dalam Tangis.. dan satu lagi gan,BUAT YANG LAKI-LAKI KHUSUSNYA,JAGALAH PACAR KALIAN GAN,JAGA KEHORMATANNYA..JANGAN SAMPAI KEJADIAN SEPERTI ANE INI MENIMPA AGAN2 SMUA..PERIH BANGET LOH GAN...PAKAILAH HATI UNTUK BERHUBUNGAN,BUKAN LOGIKA..

“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”(Al-Insyirah:5&6)
-Pertanyaan : ''trus kenapa ada orang yg susah terus,padahal dia sudah rajin beribadah&berusaha?''
-Jawaban : ''justru orang itu sudah DIMUDAHKAN oleh Allah SWT.kalau saja dia DIMUDAHKAN KEHIDUPANNYA,apakah dia masih MUDAH untuk beribadah?'' jangan menilai kesulitan hanya dari segi keadaan .....
gan,ini Real Story,tanpa bumbu apapun..terserah mau bilang Hoax/kagak,ane nggak ngurus .. klo gak percaya silahkan aja sumpahin ane apapun . air mata ane kluar deras ni sambil bikin trit ini....walau ane udah nyoba mau nglupain,tetep aja gak bisa lupa gan ane gak berharap cendol nya gan,ane cuma berharap agan2 sekalian kasih doa ke almh , Evaria Cindy ane berharap agan2 sekalian doakan dia supaya bisa tenang disana nulis trit ini,nyokap ane heran gan ngliat ane nangis,jadi ane bilang aja lagi baca cerita sedih,hehe..dan tiap ane denger lagu [B[Muse-Unintended[/b],ane suka merinding gan,soalnya itu lagu ksukaan almh tolong bantu sama komeng ya gan,supaya kaskuser lain bisa baca ... makasih udah mampir gan,walau mnurut agan ini ,jadikan ini trit salah kamar yg penuh pelajaran ya gan
.
Goodbye,Evaria Cindy


LAGU PETERPAN : KUPU - KUPU MALAM

ada yg benci dirinya...
ada yg butuh dirinya...
ada yg berlutut mencintanya...
ada pula yg kejam menyiksa dirinya...

ini hidup,wanita si kupu-kupu malam...
bekerja bertaruh seluruh jiwa raga...
bibir senyum,kata halus merayu memanja...
kepada setiap mereka yg datang...

dosakah yg dia kerjakan.....?
sucikah mereka yg datang.....?
kadang dia tersenyum dalam tangis.....
kadang dia menangis di dalam senyuman.....

oh apa yg terjadi,terjadilah....
yg dia tahu Tuhan penyayang umatnya....
oh apa yg terjadi,terjadilah....
yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa....

Sumber ada dibawah Teks hasil copy admin,, gx di ditambahin,,,, arsip taun kemaren di laptop admin kecuali sekarang mungkin ada perubahan dr Treadnya

12/01/2012

Aku Bersedih


Pada suatu hari, seorang pemuda yang bernama Faizal terlibat dalam kemalangan. Dia dilanggar oleh sebuah teksi di sebatang jalan raya.
Akibat daripada kemalangan itu dia cedera parah. Kepalanya luka, tangannya patah dan perutnya terburai. Setelah dibawa ke hospital, doktor mendapati keadaannya terlalu teruk dan menjangkakan dia tidak ada harapan lagi untuk hidup. Ibunya, Jamilah seg

era dihubungi dan diberitahu tentang kemalangan yang menimpa anaknya.

Hampir pengsan Jamilah mendengar berita tentang anaknya itu. Dia segera bergegas ke hospital tempat anaknya dimasukkan.Berl inang air mata ibu melihat keadaan anaknya. Walaupun telah diberitahu bahawa anaknya sudah tiada harapan lagi untuk diselamatkan, Jamilah tetap tidak henti-henti berdoa dan bermohon kepada Allah agar anaknya itu selamat.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, keadaan Faizal tidak banyak berubah. Saban hari Jamilah akan datang menjenguk anaknya itu tanpa jemu. Saban malam pula Jamilah bangun untuk menunaikan solat malam bertahajjud kepada Allah memohon keselamatan anaknya. Dalam keheningan malam, sambil berlinangan air mata, Jamilah merintih meminta agar anaknya disembuhkan oleh Allah.

Ini adalah antara doa Jamilah untuk anaknya itu ;

”Ya Allah ya Tuhanku, kasihanilah aku dan kasihanilah anak aku. Susah payah aku membesarkannya, dengan susu aku yang Engkau kurniakan kepadaku, aku suapkan ke dalam mulutnya. Ya Allah, aku pasrah dengan apa jua keputusan-Mu! Aku redho dengan qada’ dan qadar Mu yaa Allah.”

”Yaa Allah, dengan air mataku ini, aku bermohon kepadaMu, Engkau sembuhkanlah anakku dan janganlah Engkau cabut nyawanya. Aku sangat sayang kepadanya. Aku sangat rindu kepadanya. Susah rasanya bagiku untuk hidup tanpa anakku ini. Terngiang-ngian g suaranya kedengaran di telingaku memanggil-mangg il aku ibunya.”

“Ya Allah, tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau saja. Tunjukkanlah kuasa Mu ya Allah. Aku reda kalau anggota badanku dapat didermakan kepadanya agar dengannya dia dapat hidup sempurna kembali.”

“Ya Allah, aku redho nyawaku Engkau ambil sebagai ganti asalkan Engkau hidupkan anak kesayanganku. Engkaulah yang Maha segala hal, berkat kebesaran Mu ya Allah, terimalah doaku ini….aamiin”.

Keyakinan Jamilah terhadap kuasa Ilahi sangat kuat walaupun tubuh badan anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tiada ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar mahu menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya.

Setelah 5 bulan terlantar, akhirnya Faizal menampakkan tanda-tanda kesembuhan dan akhirnya dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas.

Faizal dapat meneruskan hidupnya hingga berumahtangga dan beranak-pinak. Ibunya, Jamilah semakin hari semakin tua dan uzur.

Suatu hari, Jamilah yang berusia hampir 75 tahun jatuh sakit dan dimasukkan ke hospital. Pada mulanya, Faizal masih melawat dan menjaga ibunya di hospital. Tetapi semakin hari semakin jarang dia datang menjenguk ibunya hinggalah pada suatu hari pihak hospital menghubunginya untuk memberitahu keadaan ibunya yang semakin teruk.

Faizal segera bergegas ke hospital. Di situ, Faizal dapati keadaan ibunya semakin lemah. Nafas ibunya turun naik. Doktor memberitahu bahawa ibunya sudah tidak ada masa yang lama untuk hidup. Ibunya akan menghembuskan nafasnya yang terakhir pada bila-bila masa saja.

Melihat keadaan ibunya yang sedemikian dan kononnya beranggapan ibunya sedang terseksa, lantas Faizal terus menadah tangan dan berdoa seperti ini;

“ Yaa Allah, seandainya mati lebih baik untuk ibu, maka Engkau matikanlah ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Yaa Allah, aku akan redho dengan pemergiannya…Aa min.”

Begitulah bezanya doa ibu terhadap anak dan doa anak terhadap orang tuanya. Apabila anak sakit, walau seteruk mana sekalipun, walau badan hancur sekalipun, walau anak tinggal nyawa-nyawa ikan sekalipun, namun ibu bapa akan tetap mendoakan semoga anaknya diselamatkan dan dipanjangkan umur.

Tetapi anak-anak yang dikatakan ‘baik’ pada hari ini akan mendoakan agar ibu atau bapanya yang sakit agar segera diambil oleh ALLAH, padahal ibu bapa itu baru saja sakit. Mereka meminta pada Allah agar segera mematikan ibu atau bapanya kerana kononnya sudah tidak tahan melihat ‘penderitaan’ ibu bapanya.