Semilir angin bergoyang dan mengurai jilbab abu-abu..
Mencoba menggodaku, membuyarkan semua perasaan..
Sedetik kemudian ia terjatuh, mencoba memaksaku..
Untuk hanya menoleh dan memberi perhatian..
Masih pantaskah engkau mencibir hati-hati halus yang mulai melepaskanmu..
Masih haruskah engkau mengusik jiwa-jiwa yang mulai tenang tanpamu..
Atau memang begitulah hidupmu yang tak pernah berhenti untuk ‘suatu hari nanti’..
Begitukah caramu membangunkan hati yang sudah mulai mati tertutupi..
Salah apa sayang..
Bagaimana aku harus tetap mencoba bertahan..
Bagaimana aku harus tegar tegak berdiri dan mengabaikan angin-angin ini..
Angin-angin yang kau kirim untukku..
Angin-angin yang selalu merisaukanku..
Angin-angin yang tak pernah tahu malu..
Angin-angin yang tak pernah mengertiku..
Angin-anginmu.. Hawamu.. dan Rasa semu-mu..
Aku tak tau..
Jiwa seperti apa yang ada dalam ragamu..
Nyawa yang bagaimana yang menyelimutimu..
Angin-angin yang mana yang engkau kendalikan..
Menguasaimu dan membiarka dia berani menyentuhku..
Membuatku tergerak kembali untuk merasakannya..
Dan selalu berangan tentang ‘suatu hari nanti’..
Nyata.. Atau hanya bualan belaka..
Masih bisakah engkau kupercaya..
Sumber: Khusnul Khotimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar